Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KONVOI misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Mali kembali terkena perangkat peledak improvisasi pada akhir pekan, yang melukai 22 pasukan penjaga perdamaian dalam proses penarikan dari negara tersebut, kata juru bicara.
Puluhan kendaraan MINUSMA berangkat pada 31 Oktober dari kota Kidal di timur laut Mali, tetapi hingga kini belum berhasil mencapai Gao, sebuah kota strategis lainnya yang berjarak sekitar 350 kilometer (217 mil).
"Pada hari Sabtu, konvoi menghadapi dua perangkat peledak improvisasi lainnya di dekat kota Anefis," ujar Stephane Dujarric, juru bicara sekretaris jenderal PBB, kepada para wartawan pada hari Senin.
Baca juga: Kelompok Separatis Klaim Serangan Mematikan terhadap Militer Mali
Ia mengatakan 22 pasukan penjaga perdamaian harus dievakuasi dengan pesawat untuk menerima perawatan segera di Gao. Ini adalah insiden keenam sejak konvoi meninggalkan Kidal, kata Dujarric, menambahkan bahwa semua penerbangan evakuasi medis beroperasi tanpa masalah.
Delapan pasukan penjaga perdamaian terluka dan dievakuasi pada tanggal 1 November, dan tujuh lainnya pada hari Jumat lalu akibat perangkat peledak improvisasi lainnya.
Baca juga: PBB 'Khawatir' dengan Pertempuran di Myanmar
"Otoritas Mali juga telah mengizinkan penerbangan pengadaan ulang untuk memberikan konvoi dengan air, bahan bakar, dan barang penting lainnya," kata juru bicara tersebut, yang minggu lalu telah mengkritik kurangnya izin penerbangan bagi pasukan penarikan MINUSMA.
Pemerintahan junta di negara tersebut, yang merebut kekuasaan pada 2020, telah menuntut pada Juni agar misi tersebut meninggalkan Mali, meskipun negara tersebut masih dilanda jihadisme dan krisis yang berkecamuk. Penarikan tersebut dijadwalkan akan selesai pada tanggal 31 Desember.
Kidal adalah kamp MINUSMA yang ketiga dan terakhir yang akan dievakuasi di wilayah Kidal di utara Mali yang rawan, yang telah dilanda kekerasan jihadis dan separatis.
Meskipun awalnya rencana terakhir untuk meninggalkan Kidal dijadwalkan untuk paruh kedua November, memburuknya keamanan mendorong MINUSMA untuk mempercepat penarikannya, yang membuat junta marah, karena pasukannya belum mencapai kamp tersebut.
Aliansi kelompok bersenjata yang didominasi oleh suku Tuareg, yang baru-baru ini meluncurkan pemberontakan terhadap negara, mengklaim telah mengambil alih kamp Kidal tak lama setelah MINUSMA pergi. (AFP/Z-3)
Lebih dari 80 negara PBB mengecam rencana Israel memperluas kendali di Tepi Barat dan mengklaim tanah Palestina sebagai properti negara.
Vatikan resmi menolak bergabung dalam Board of Peace bentukan Donald Trump dan memilih mendukung PBB sebagai pengelola utama krisis diplomatik internasional.
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
Menlu Sugiono bertemu Wakil Palestina di PBB, bahas Solusi Dua Negara, Board of Peace, dan kesiapan Indonesia kirim pasukan perdamaian ke Gaza.
MENTERI Luar Negeri RI Sugiono melakukan kunjungan kerja ke New York, Amerika Serikat, pada 16-18 Februari 2026 untuk menghadiri Pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
PEMERINTAH Indonesia menegaskan rencana pengerahan hingga 8.000 personel TNI ke Gaza akan sepenuhnya berfokus pada misi kemanusiaan, bukan operasi tempur.
Hamas sambut rencana pengerahan 8.000 pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza Selatan untuk awasi gencatan senjata dan stabilitas tanpa intervensi internal.
Sinergi TNI dengan institusi pendidikan memiliki peran penting dalam memperkuat kesiapan personel misi perdamaian.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan pasukan perdamaian yang akan dikirim ke Gaza, Palestina akan dipimpin oleh pejabat TNI berpangkat bintang tiga.
Pidato Presiden Prabowo di PBB dinilai salah satu yang terbaik tahun ini dan berhasil menempatkan dirinya sebagai pemimpin alternatif dunia yang patut diperhitungkan.
Komitmen Indonesia dalam mengerahkan pasukan perdamaian di Gaza sejalan dengan Deklarasi New York, yang disahkan oleh Majelis Umum PBB pada 12 September 2025.
Restu presiden tersebut juga diberikan setelah banyak negara meminta Indonesia untuk terlibat dalam menjaga perdamaian di Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved