Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVIS lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, 20, bersuara untuk kebebasan rakyat Palestina yang terus menerus menjadi sasaran agresi Israel. Hal itu dilakukannya pada minggu ke-270 aksi Mogok sekolah untuk Iklim (Fridays for Future), pada Jumat (20/10) hari ini.
"Minggu 270. Hari ini kita melakukan aksi solidaritas terhadap Palestina dan Gaza. Dunia perlu bersuara dan menyerukan gencatan senjata segera, keadilan dan kebebasan bagi warga Palestina dan semua warga sipil yang terkena dampaknya," cuit Thunberg dikutip dari akun media sosialnya.
Dalam cuitan itu ia menyertakan foto dirinya yang memegang kertas dengan tulisan 'Stand With Gaza', didampingi tiga sahabatnya. Salah satu sahabat Thunberg yang diketahui merupakan seorang Yahudi, memegang tulisan 'This Jew Stands with Palestine'.
Baca juga : Hamas: Israel Ingin Perpanjang Agresi di Gaza, Meski Tentara Mereka Kalah
Agresi Israel di Palestina memang sudah terlalu. Di balik alasannya yang menargetkan kelompok militan Hamas, nyatanya Israel justru menghabisi ribuan nyawa warga sipil di Gaza dengan bom, rudal dan roket.
Rumah penduduk, kamp pengungsi, rumah sakit, ambulans, masjid, hingga gereja menjadi sasaran target Israel, yang mendapatkan pasokan senjata dari Amerika Serikat. Semua dilakukan dengan dalih membalas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.
Hingga hari ke-10 setelah serangan, tercatat lebih dari 3.000 orang meninggal dunia di Gaza. Sementara, bantuan kemanusiaan tidak kunjung datang karena tertahan di perbatasan Gaza-Mesir.
Baca juga : Netanyahu Tolak Gencatan Senjata 135 Hari di Gaza, Malah Perluas Agresi ke Rafah
Miris dengan jatuhnya ribuan korban tak berdosa di tengah blokade listrik, air dan internet di Gaza, Thunberg pun menuliskan sejumlah nama yang bisa menjadi rujukan akurat situasi terkini untuk memberikan bantuan kemanusiaan di Gaza.
"Berikut adalah beberapa akun tempat Anda dapat menemukan informasi lebih lanjut tentang situasi tersebut dan bagaimana Anda dapat membantu," tulis Thunberg yang memiliki 14,6 juta pengikut di Instagram itu.
Thunberg mencantumkan akun Instagram @medicalaidpal, @palestinianyouthmovement, @combatantsforpeace, @ifnotnoworg, @jewishvoiceforpeace, @activestills, @palestinianmedicalreliefsoc, @cjnvgram, @btselem, @standing.together.english, @adalahjusticeproject, @al_haq_organisation, @adalah.legal.center, dan @palestinespeaks.
Baca juga : Greta Thunberg Kenakan Keffiyeh, Dukung Kebebasan Palestina
Sebagai salah satu influencer di kalangan anak muda dunia, pengaruh Thunberg yang pernah menjadi cover majalah TIME itu memang tidak bisa dianggap sepele. Tidak heran jika dukungan Thunberg untuk Palestina dicibir oleh mereka yang mendukung aksi brutal dan keji Israel.
Thunberg juga menjadi korban bullying. Seseorang menjawab seruan Thunberg dengan menyuruhnya pergi saja ke Gaza dan memberitahu Hamas mengenai pentingnya hak asasi manusia dan lingkungan hidup.
Meski begitu, lebih banyak dukungan dan pujian diutarakan karena keberanian Thunberg untuk menyuarakan kebenaran dan kemanusiaan.
Baca juga : 100 Hari Agresi Israel di Gaza Nodai Sejarah Peradaban Manusia
Salah satu jurnalis Palestina mengucapkan terima kasih atas dukungan dan suara Thunberg. "Terima kasih atas solidaritas Anda," kata Muna Hawwa.
Ia turut membagikan beberapa fakta mengenai agresi Israel yang menargetkan Gaza.
"Dalam 10 hari, Israel menargetkan Gaza, setara dengan seperempat bom nuklir!" tulisnya, sebagai informasi pertama.
Baca juga : Serangan Udara Terus Berlanjut, Korban Palestina Bertambah
Fakta selanjutnya, kata Muna, Gaza telah dikepung selama 17 tahun. Sejak awal blokade Gaza, Israel telah membunuh 9.500 warga sipil, seperempat dari mereka adalah anak-anak.
Israel mengontrol semua akses masuk dan keluar, air, listrik, bahan bakar, dan makanan di Gaza, mencekik 2 juta orang dan merampas kebutuhan hidup mereka. Hal ini telah terjadi jauh sebelum tanggal 7 Oktober.
"Yang terjadi di Gaza adalah pembersihan etnis, kejahatan perang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Perlawanan apa pun terhadap penindasan brutal ini dijamin oleh hukum internasional," kata Muna.
Baca juga : Semua Faksi Militer di Gaza Bersatu Lawan Israel, bukan cuma Hamas
Greta Thunberg yang berasal dari Swedia dikenal oleh publik sebagai aktivis muda terkait iklim sejak 2018. Ini bukanlah kali pertama sang aktivis lingkungan unjuk gigi. Ia kerap memimpin aksi protes terkait dengan kebijakan para pemimpin negara yang dianggap gagal dalam menangani permasalahan iklim di dunia.
Thunberg seorang diri dan tak mendapat sorotan saat memulai kampanye pemogokan sekolah untuk perubahan iklim di parlemen Swedia 2018 lalu, saat dirinya berusia 15 tahun. Namun, kini, gadis kelahiran Stockholm itu malah mengilhami jutaan orang dalam gerakan serupa di seluruh dunia yang membuatnya dinominasikan pula sebagai pemenang Nobel 2019.
Pekan lalu, Greta Thunberg telah ditangkap di Inggris saat melakukan protes di luar konferensi industri gas dan minyak. Konferensi Energy Intelligence Forum 2023, yang sebelumnya dinamai 'Oil and Money Summit', digelar di hotel mewah di London, Inggris.
Kepolisian Metropolitan London mengatakan bahwa aktivis Swedia berusia 20 tahun, termasuk di antara puluhan pengunjuk rasa yang ditangkap dan dibawa ke kantor polisi setelah berusaha memblokir akses ke hotel dan meneriakkan 'Oil monet out'. (Z-4)
Uji kimia dan isotop mengungkap ingot plano-konveks di Swedia berasal dari Zaman Besi, dengan komposisi mirip temuan Polandia.
Tim ilmuwan di Swedia berhasil menangkap fenomena langka aurora biru di ketinggian 200 kilometer, lebih tinggi dari prediksi model ilmiah.
PEMERINTAH Inggris memastikan tidak akan mengundang perwakilan resmi Israel dalam pameran persenjataan internasional yang akan berlangsung di London bulan depan.
SWEDIA dan Belanda, Kamis (28/8), bersama-sama mendesak Uni Eropa agar menangguhkan perdagangan dengan Israel karena situasi kemanusiaan yang sangat mengganggu di Gaza.
Negara-negara Nordik seperti Norwegia, Swedia, dan Finlandia kini tak lagi sejuk di musim panas.
Gereja berusia 113 tahun di Swedia dipindahkan secara utuh sejauh lima kilometer, akibat risiko keretakan tanah imbas tambang bijih besi.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mendukung penuh instruksi pihak Istana kepada Polri untuk menginvestigasi rangkaian teror yang menimpa sejumlah aktivis dan influencer.
Pihak dari pemerintah atau yang merasa diri bagian dan penguasa? Itulah yang harus diungkap oleh jajaran pemerintahan Prabowo Subianto. Mampukah mereka?
Kritik pemerintah soal bencana Sumatra berujung teror. Konten kreator dan aktivis alami ancaman hingga doxing.
Dua aktivis di Kota Semarang, Adetya Pramandira (26) dan Fathul Munif (28) ditahan Polrestabes Semarang diduga berkaitan dengan unggahan di media sosial terkait aksi pada Agustus 2025 lalu.
Imbauan ditulis tangan disebarkan aktivis Pati yang menjenguknya dan ditujukan kepada warga Pati dan pendukungnya.
AFFA menggelar aksi damai di depan Plataran Hutan Kota, menyerukan agar perusahaan hotel mewah Plataran Group segera berkomitmen terhadap kebijakan telur bebas sangkar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved