Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin kembali bertukar surat. Kim berharap Putin menang atas "skema anti-Rusia dari para imperialis” dan mereka saling mengapresiasi hubungan kedua negara yang semakin erat.
Media pemerintah Korea Utara KCNA melaporkan pada hari Kamis (12/10) bahwa pertukaran surat ini menandai peringatan 75 tahun hubungan bilateral keduanya. Dalam suratnya, Kim mengatakan bahwa ia sangat puas dengan pembicaraan yang telah berlangsung di Rusia, dan menggambarkan diskusi tersebut sebagai "jujur dan komprehensif”.
Dia berjanji untuk membawa hubungan ke tingkat yang lebih tinggi dan berharap Putin menang dalam perjuangannya untuk menggagalkan kebijakan hegemonik imperialis yang terus-menerus dan bergerak untuk mengisolasi serta melumpuhkan Rusia.
Moskow dan Pyongyang, yang semakin terisolasi di tengah sanksi internasional, semakin dekat sejak Kremlin melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari tahun lalu.
Baca juga: Rusia Tunjukkan Rudal Kinzhal dan Pesawat Pengebom Nuklir kepada Kim Jong Un
Bulan lalu, Kim melakukan perjalanan ke timur Rusia untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Putin, pertemuan keduanya di tengah kekhawatiran bahwa Pyongyang bersiap untuk memberikan senjata kepada militer Rusia.
Setelah pertemuan itu, kedua orang ini mengatakan bahwa kerja sama militer telah didiskusikan, termasuk program satelit Korea Utara dan perang di Ukraina.
Dalam surat terbarunya, Putin mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan bukti lebih lanjut bahwa hubungan bilateral kedua negara terus berkembang secara positif dalam semua aspek berdasarkan tradisi mulia di masa lalu.
Baca juga: Senapas dengan Indonesia, Putin Dukung Palestina Merdeka
Hubungan Diplomatik
Diketahui, Uni Soviet menjalin hubungan diplomatik dengan Korea Utara pada 12 Oktober 1948, dan menjadi negara pertama yang mengakui Korea Utara sebagai sebuah negara.
Sementara itu, Amerika Serikat menuduh Korea Utara menyediakan pasokan senjata kepada Rusia untuk kebutuhan perang di Ukraina, termasuk peluru artileri, rudal dan roket yang ditembakkan dari bahu. Namun, Pyongyang dan Moskow membantah adanya transaksi senjata.
Dalam sebuah pernyataan terpisah pada hari Kamis, Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara Im Chon-il menegaskan kembali dukungan negaranya kepada Rusia atas Ukraina, dia menggambarkan perang tersebut sebagai sebuah perjuangan yang "benar" dimana Moskow mempertahankan keamanan dan kepentingan strategisnya.
Kim dan Putin juga bertukar surat pada bulan Agustus untuk menandai ulang tahun ke-78 pembebasan Korea Selatan dari penjajahan Jepang pada tahun 1910-1945.
Dalam kesempatan itu, Kim berjanji untuk mengembangkan hubungan strategis jangka panjang dengan Rusia.
(Aljazeera/Z-9)
Benarkah Kim Ju Ae disiapkan menjadi penerus Kim Jong Un? Simak analisis terbaru dari Kongres Partai Korea Utara dan laporan intelijen terkait sosok putri misterius ini.
Mengenal Kim Ju Ae, putri Kim Jong Un yang kini menjabat posisi strategis di Administrasi Rudal. Benarkah ia calon tunggal penguasa Korea Utara?
PUTRI Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan akan memimpin lembaga yang dikenal sebagai Administrasi Rudal, badan yang mengawasi kekuatan nuklir Pyongyang. Putri Kim Ju Ae
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
Kim Yo-Jong, adik Kim Jong-Un, resmi dipromosikan menjadi Direktur Departemen Partai Buruh Korea Utara. Kenaikan jabatan ini memperkuat pengaruhnya dalam politik Pyongyang.
Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, resmi dipromosikan ke posisi puncak dalam Kongres Partai Buruh.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Rosatom mengatakan telah mengevakuasi hampir 100 orang dari Iran.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved