Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK Hizbullah Libanon yang didukung Iran mengatakan pihaknya menembakkan rudal ke Israel pada Rabu (11/10) yang memicu serangan balasan Israel. Ini dilakukan setelah tiga anggota Hizbullah terbunuh awal pekan ini di tengah meningkatnya ketegangan perbatasan.
Baku tembak terjadi ketika Israel mengerahkan pasukan dan kendaraan lapis baja berat di sekitar Gaza dalam kampanye pembalasan terhadap militan Hamas dalam konflik yang telah menyebabkan ratusan orang tewas di kedua belah pihak. Hizbullah, "Menargetkan posisi Zionis (Israel) menghadap desa Dhayra, dengan peluru kendali," sebagai, "Respons tegas terhadap serangan Zionis yang menyebabkan kematian sejumlah saudara," kata kelompok itu dalam suatu pernyataan.
Kelompok tersebut memperingatkan akan ada tanggapan yang menentukan terhadap serangan Israel, "Yang menargetkan negara kita dan keamanan rakyat kita, terutama ketika serangan ini menyebabkan kematian para martir."
Baca juga: Ketidaknyamanan Negara-Negara Arab Sekutu Israel Lihat Perang Gaza
Militer Israel mengatakan bahwa, "Sebagai respons terhadap rudal antitank yang ditembakkan ke tentara IDF beberapa waktu lalu, pesawat IDF menyerang pos pengamatan militer milik organisasi teroris Hizbullah di Libanon selatan." Artileri Israel menembaki, "Daerah asal peluncuran," tambah militer.
Kantor Berita Nasional (NNA) Libanon mengatakan tiga warga sipil terluka akibat tembakan Israel di desa perbatasan dan menambahkan bahwa, "Sekitar 10 rumah terkena serangan langsung." Seorang koresponden AFP di desa perbatasan Dhayra sebelumnya melaporkan penembakan di dekat kawasan permukiman memicu kebakaran di hutan di dekatnya.
Baca juga: Israel Gempur Gaza, Militan Libanon dan Suriah Kirim Roket
NNA mengatakan tembakan Israel di beberapa lokasi di sepanjang perbatasan telah, "Dibalas dengan senapan mesin perlawanan (Hizbullah)." Pada Senin, Hizbullah mengatakan tiga anggotanya tewas dalam serangan Israel di Libanon selatan setelah militan Palestina mencoba menyelinap melintasi perbatasan.
Baik Israel maupun sekutu terdekatnya Amerika Serikat telah memperingatkan Hizbullah agar tidak membuka front kedua ketika Israel memerangi Hamas di Gaza. Tentara Israel, "Siap menghadapi skenario apa pun," kata juru bicara Israel Daniel Hagari kepada wartawan.
"Hizbullah mengamati yang dilakukan Israel di Gaza. Mereka melihat besarnya jumlah kerusakan yang terjadi. Hizbullah melihat hal ini dan memahaminya," ujarnya.
Israel telah membalas serangan dari Libanon yang dimulai setelah Hizbullah meluncurkan roket ke daerah perbatasan yang disengketakan pada Minggu. Tentara Libanon mengatakan mereka telah menemukan peluncur roket yang menembakkan sejumlah roket pada Selasa. Ini serangan yang menurut Hamas dilakukannya.
Di Israel, jumlah korban tewas akibat serangan lintas batas yang dilakukan Hamas meningkat menjadi 1.200 orang, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil. Sementara pejabat Gaza melaporkan 1.055 orang tewas ketika Israel menggempur wilayah tersebut dengan serangan udara.
Pada 2006, Hizbullah dan Israel terlibat dalam perang dahsyat selama 34 hari yang menyebabkan lebih dari 1.200 orang tewas di Libanon, sebagian besar warga sipil, dan 160 orang di Israel, sebagian besar tentara. (AFP/Z-2)
Presiden AS Donald Trump tegas menolak rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel. Kebijakan ini memicu kecaman keras dari PBB, Indonesia, hingga negara Arab.
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari komitmen aktif pemerintah untuk mendorong perdamaian di Palestina.
SEKRETARIS Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, mengecam keras serangan militer Israel ke tenda pengungsian di selatan Jalur Gaza yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026).
BADAN pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 32 orang tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sejumlah lokasi di Jalur Gaza pada Sabtu (31/1).
PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras rangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza, Palestina, yang terus berulang.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) belum menerima informasi soal pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir dan masih berkomunikasi dengan otoritas Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved