Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
NATO mengumumkan telah menandatangani skema kontrak senilai 2,4 miliar euro atau sekitar Rp39,3 triliun untuk menyokong penyediaan amunisi utama guna mendukung Ukraina dalam konflik melawan Rusia.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan artileri 1,55mm, peluru kendali anti-tank serta amunisi tank tempur utama. Ia menekankan bahwa NATO akan terus memberi dukungan kepada Ukraina.
"Selagi kami bekerja sama mempersiapkan anda menghadapi masa depan itu, NATO mendukung Ukraina selama dibutuhkan," ujar Stoltenberg usai bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Baca juga: Ratusan Prajurit Grup Wagner Kembali ke Ukraina
Stoltenberg juga menjelaskan bahwa perang di Ukraina harus berakhir dengan kemenangan di sisi Kiev. Menurutnya, dengan kondisi sekarang, perdamaian tidak akan bisa dicapai.
"Perdamaian, dengan konsekuensi seperti ini, sama sekali bukan perdamaian," tegasnya.
Baca juga: AS Jadikan Ukraina Laboratorium Pengembangan Persenjataan
Ketika disinggung soal rudal Rusia yang diduga jatuh di dekat perbatasan Ukraina dengan negara anggota NATO, Rumania, Stoltenberg mengungkap sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa serangan itu ditujukan kepada Rumania.
Namun, ia tetap mengecam insiden tersebut dan menyebutnya sembrono karena telah mengganggu stabilitas kawasan.
Sementara itu, Presiden Zelenskyy berterima kasih kepada Stoltenberg atas dukungannya. Dia mengatakan itu sangat penting di tengah desakan sejumlah pihak yang meminta berbagai bantuan untuk Ukraina dihentikan. (Ant/Z-11)
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Ukraina dan SpaceX resmi memblokir terminal Starlink milik Rusia. Akibatnya, sistem komunikasi militer Rusia di garis depan dilaporkan mengalami kegagalan fatal.
Serangan drone Rusia di Ukraina timur menewaskan 12 penambang dan menghantam rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia di tengah suhu ekstrem dan penundaan perundingan damai.
Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang di Kharkiv, menewaskan sedikitnya 4 orang. Zelensky sebut serangan sipil ini murni aksi terorisme.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Ketegangan baru pecah setelah Rusia menuduh Ukraina menyerang kediaman Putin dengan 91 drone. Zelensky membantah dan sebut Moskow ingin sabotase perdamaian.
Utusan AS Steve Witkoff bertemu dengan perwakilan Rusia dan Ukraina di Florida guna mematangkan 20 poin rencana damai Donald Trump untuk mengakhiri perang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved