Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KREMLIN menyatakan kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken ke Kyiv pada Rabu (6/9) menunjukan keinginan Washington untuk terus mendanai Ukraina hingga negara tersebut hancur.
“Kami telah mendengar pernyataan berulang kali bahwa mereka (AS) berniat untuk terus membantu Kyiv selama diperlukan,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Dengan kata lain, kata dia, AS akan terus mendukung Ukraina dalam keadaan perang dan mengobarkan perang ini sampai Kyiv hilang. Sayangnya, bantuan AS tidak menghambat jalannya operasi militer khusus Rusia.
"Itu adalah cara kami memandangnya, kami mengetahuinya. Ini tidak akan berdampak pada Ukraina jalannya operasi militer khusus," jelasnya.
Baca juga: Rusia Tembak Jatuh 3 Pesawat Nirawak Ukraina
Rusia telah menggunakan istilah operasi militer khusus untuk merujuk pada perangnya di Ukraina sejak pasukannya menginvasi negara itu pada Februari 2022.
Kunjungan Blinken dilakukan ketika beberapa pihak di Ukraina mengkritik Barat atas kuantitas dan penyediaan pasokan senjata. Blinken telah bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di istana presiden di Kyiv.
Zelensky berterima kasih kepada Blinken atas dukungan Washington terhadap upaya Ukraina dalam perang dengan Rusia yang sudah berlangsung kurang lebih 1,5 tahun. “Kami senang bahwa kami tidak sendirian. Melalui musim dingin ini, kami akan pergi bersama mitra kami. Terima kasih atas dukungan finansial Anda, ini penting,” kata Zelensky.
Menanggapinya, Blinken menyampaikan AS bertekad untuk terus berjalan berdampingan dengan Ukraina. Presiden AS Joe Biden memintanya untuk menegaskan kembali dukungan pada Ukraina dan memastikan dukungan langsung serangan balasan, serta upaya jangka panjang.
Baca juga: Buronan Interpol Asal Rusia Ditangkap di Bali
"Juga untuk membantu Ukraina membangun kekuatan di masa depan yang dapat menghalangi dan mempertahankan diri dari tindakan apa pun di masa depan," ungkapnya.
Blinken juga mengumumkan bantuan baru senilai lebih dari US$1 miliar ke Ukraina. Paket ini menurutnya akan membantu serangan balasan Kyiv.
“Hari ini, kami mengumumkan bantuan baru yang berjumlah lebih dari satu miliar dolar. Itu termasuk US$665,5 juta bantuan militer dan keamanan sipil baru,” kata Blinken. (AFP/Z-6)
Dubes Iran Kazem Jalali beberkan syarat gencatan senjata di Timur Tengah, mulai dari ganti rugi perang hingga kendali Selat Hormuz. Simak tuntutan lengkap Teheran di sini.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam merespons mediasi Iran dan AS sejalan politik luar negeri bebas dan aktif.
Negara Teluk (GCC) desak keterlibatan dalam perundingan AS-Iran guna jamin kedaulatan dan keamanan regional pascaserangan masif yang sasar infrastruktur vital mereka.
Iran resmi balas proposal 15 poin AS dengan menuntut ganti rugi perang, penghentian pembunuhan, dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai syarat damai.
Presiden AS Donald Trump klaim telah lumpuhkan kekuatan tempur Iran, termasuk hancurkan 154 kapal dan peluncur rudal, serta sebut perang telah dimenangkan militer AS.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf mengancam bakal menyerang infrastruktur vital negara kawasan jika terbukti membantu musuh menduduki salah satu pulau strategis milik Iran.
Mengacu terhadap peristiwa di Ukraina pada situasi yang semakin memburuk dalam hubungan antara Rusia dan Barat, menurut Putin, tidak memiliki dasar yang cukup.
Tanker minyak Rusia Altura yang membawa 140.000 ton minyak diserang drone di Laut Hitam. Insiden terjadi di tengah pengetatan sanksi Eropa terhadap armada bayangan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Laporan intelijen menyebut Rusia mulai mengirim bantuan militer berupa drone hingga logistik ke Iran. Benarkah ini babak baru aliansi mematikan kedua negara?
Rusia disebut menawarkan penghentian bantuan intelijen kepada Iran dengan syarat Amerika Serikat (AS) menghentikan dukungan intelijen kepada Ukraina.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved