Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Rusia untuk membahas penyediaan senjata. Washington menuduh Pyongyang mengirimkan senjata untuk Moskow berperang di Ukraina.
Pengumuman ini muncul setelah Gedung Putih pekan lalu memperingatkan Rusia sudah melakukan perundingan rahasia dan aktif dengan Korea Utara. Itu untuk memperoleh berbagai amunisi dan pasokan untuk upaya perang Moskow.
“Seperti yang telah kami peringatkan secara terbuka, perundingan senjata antara Rusia dan DPRK secara aktif mengalami kemajuan,” kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) Adrienne Watson, menggunakan akronim untuk Korea Utara.
Baca juga: Korut Luncurkan Dua Rudal Nuklir dalam Simulasi Perang, Kirim 'Pesan' untuk AS dan Korsel
Dia mengaku mempunyai informasi bahwa Kim Jong Un memperkirakan diskusi ini akan terus berlanjut, termasuk di jalur diplomatik tingkat pemimpin di Rusia. Kim yang jarang bepergian ke luar negeri kemungkinan akan berangkat akhir bulan ini ke Vladivostok, di pantai Pasifik Rusia tidak jauh dari Korea Utara untuk bertemu dengan Putin.
Kim bahkan bisa melakukan perjalanan ke Moskow, tapi hal itu masih belum pasti. Juru bicara NSC John Kirby mengatakan pekan lalu bahwa meskipun ada penolakan, Korea Utara memasok roket dan rudal infanteri ke Rusia pada 2022 untuk digunakan oleh kelompok militer Grup Wagner.
Baca juga: Rusia Cap Jurnalis Pemenang Nobel Dmitry Muratov Sebagai Agen Asing
Sementara itu Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu bulan lalu melakukan perjalanan ke Korea Utara untuk mencari amunisi tambahan untuk perang tersebut, Watson menambahkan.
“Kami mendesak DPRK untuk menghentikan perundingan senjata dengan Rusia dan mematuhi komitmen publik yang telah dibuat Pyongyang untuk tidak menyediakan atau menjual senjata ke Rusia,” kata Watson.
Pekan lalu di PBB, Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan dan Jepang mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa setiap kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama bilateral antara Rusia dan Korea Utara akan melanggar resolusi Dewan Keamanan. Aturan itu melarang kesepakatan senjata dengan Pyongyang dan resolusi tersebut disetujui oleh Moskow.
Mereka mengatakan bahwa setelah kunjungan Shoigu ke Pyongyang sekelompok pejabat Rusia lainnya melakukan perjalanan ke Korea Utara untuk melakukan pembicaraan lanjutan mengenai pembelian senjata.
Pembicaraan apa pun antara Kim dan Putin akan dilakukan ketika Ukraina melancarkan serangan balasan yang sangat diawasi di selatan dan timur negara itu, yang menurut Putin tidak berhasil.
“Ini bukan berarti terhenti. Ini adalah sebuah kegagalan. Setidaknya hari ini seperti ini. Mari kita lihat apa yang terjadi selanjutnya," kata Putin.
Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov mengumumkan bahwa dia telah menyerahkan pengunduran dirinya ke parlemen. Itu setelah Presiden Volodymyr Zelensky menyerukan pendekatan baru untuk menghadapi serangan Rusia. (AFP/Cah)
MEMASUKI tahun kelima invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, belum ada tanda-tanda penyelesaian perang ini yang stabil.
Hari ke-1.460: Rusia gempur Kyiv & Lviv dengan 345 drone-rudal. Putin prioritaskan nuklir, sementara Hungaria ancam blokir sanksi Uni Eropa terkait aliran minyak.
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Lyudmila Navalnaya menyebut temuan toksin katak panah pada jasad Alexei Navalny membuktikan putranya dibunuh.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
Benarkah Kim Ju Ae disiapkan menjadi penerus Kim Jong Un? Simak analisis terbaru dari Kongres Partai Korea Utara dan laporan intelijen terkait sosok putri misterius ini.
Mengenal Kim Ju Ae, putri Kim Jong Un yang kini menjabat posisi strategis di Administrasi Rudal. Benarkah ia calon tunggal penguasa Korea Utara?
PUTRI Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan akan memimpin lembaga yang dikenal sebagai Administrasi Rudal, badan yang mengawasi kekuatan nuklir Pyongyang. Putri Kim Ju Ae
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
Kim Yo-Jong, adik Kim Jong-Un, resmi dipromosikan menjadi Direktur Departemen Partai Buruh Korea Utara. Kenaikan jabatan ini memperkuat pengaruhnya dalam politik Pyongyang.
Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, resmi dipromosikan ke posisi puncak dalam Kongres Partai Buruh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved