Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk pertama kalinya akan mengirim amunisi penembus lapis baja kontroversial yang mengandung uranium terdeplesi (depleted uranium) ke Ukraina.
Uranium terdeplesi merupakan produk sampingan pengayaan nuklir untuk pembangkit listrik atau senjata nuklir.
Peluru-peluru tersebut, yang dapat membantu menghancurkan tank-tank Rusia, merupakan bagian dari paket bantuan militer baru untuk Ukraina yang akan diumumkan AS dalam satu minggu mendatang.
Baca juga : Rusia Menuduh Informan Kedutaan AS Terlibat dalam Konflik Ukraina
Disebutkan jika amunisi tersebut dapat ditembakkan dari tank-tank Abrams AS dan akan dikirimkan ke Ukraina dalam beberapa minggu mendatang.
Salah satu pejabat mengatakan bahwa paket bantuan yang akan datang diperkirakan bernilai antara $240 juta (sekitar Rp3,65 triliun pada kurs saat ini) dan $375 juta (Rp5,7 triliun).
Baca juga : AS Akan Memulai Pelatihan Pilot F-16 Ukraina pada September
Nilai dan isi paket tersebut masih dalam tahap penyelesaian, kata para pejabat. Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar. Meskipun Inggris mengirim amunisi uranium ke Ukraina pada awal tahun ini, rencana Washington tersebut akan menjadi pengiriman amunisi pertama AS.
Pengiriman bantuan itu juga kemungkinan besar akan menimbulkan kontroversi menyusul keputusan pemerintahan Biden sebelumnya untuk memasok munisi tandan atau bom klaster ke Ukraina. Pasalnya munisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak terhadap warga sipil.
Penggunaan amunisi uranium terdeplesi mengundang perdebatan sengit. Pihak-pihak yang kontra dengan penggunaannya, seperti Koalisi Internasional Pelarangan Senjata Uranium, mengatakan ada risiko kesehatan yang berbahaya dari menelan atau menghirup debu uranium itu, termasuk di antaranya kanker dan cacat lahir.
Sebagai produk sampingan dari pengayaan uranium, uranium terdeplesi digunakan untuk amunisi karena kepadatannya yang ekstrem dapat membuat peluru dengan mudah menembus lapisan baja dan terbakar sendiri dalam awan debu dan logam yang membakar.
Meskipun uranium terdeplesi bersifat radioaktif, tetapi kandungannya jauh lebih sedikit dibandingkan uranium yang dihasilkan secara alami. Namun, partikel-partikelnya dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.
AS menggunakan amunisi tersebut dalam volume besar pada Perang Teluk 1990 dan 2003 serta pemboman Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO di bekas Yugoslavia pada 1999.
Pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), mengatakan bahwa penelitian di bekas Yugoslavia, Kuwait, Irak dan Lebanon menunjukkan bahwa keberadaan residu uranium yang tersebar di lingkungan tidak menimbulkan bahaya radiologis bagi penduduk di wilayah yang terkena dampak.
Namun, bahan radioaktif dapat menambah tantangan pembersihan besar-besaran pasca-perang di Ukraina. Beberapa bagian negara tersebut sudah dipenuhi dengan persenjataan yang belum meledak yang berasal dari bom curah dan amunisi lainnya serta ratusan ribu ranjau anti-personel.
Bantuan keamanan untuk Ukraina sejak invasi besar-besaran Rusia pada Februari 2022 berjumlah lebih dari $43 miliar atau sekitar Rp655 triliun. (VoA/Z-4)
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved