Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDUDUK ibu kota Rusia, Moskow, tidak menunjukkan kepanikan pascaserangan tentara bayaran, Grup Wagner. Aktivitas masyarakat di jantung Negara Beruang Merah itu berjalan normal.
Bahkan konser musik pun tengah berlangsung tanpa ketakutan akan gejolak keamanan yang sempat mencuat pada Jumat (23/6).
"Situasnya normal-normal saja. Anak-anak main di taman bermain. Pekerja kontruksi juga masih terlihat bekerja. Orang-orang masih terlihat lalu lalang," kata fotografer senior Media Indonesia, Panca Syurkani, di Moskow, Rusia, Minggu (25/6).
Baca juga: Prigozhin-Putin Berdamai, WNI Masih Diminta Berhati-hati
Mahasiswa S3 itu mengatakan situasi keamanan di Moskow sangat kondusif. Tentara Grup Wagner yang tadinya hendak menuju ke Moskow sudah balik arah setelah bernegosiasi dengan Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko.
"Suasana di Moskow, Jumat (23/6, saat Grup Wagner menargetkan kudeta di Moskow) saya sempat jalan-jalan ke wilayah Lapangan Merah dan Kremlin. Memang wilayah lapangan merah ditutup. Tapi gak tau, apakah itu terkait konflik di Rostov atau enggak karena di sana juga ada panggung," tuturnya.
Baca juga: Prigozhin Jadi Momok Berbahaya bagi Putin
Dia melihat masyarakat Moskow tidak mengindahkan potensi keamanan dari Grup Wagner.
"Masih banyak orang lalu lalang dan gak jauh dari situ ada festival jaz yang di salah satu titiknya ada grup jaz Indonesia ikut manggung," jelasnya.
Menurut eks fotografer Media Indonesia di Istana Presiden itu masyarakat Moskow hanya berhati-hati setelah mendengar kabar grup itu menuju ke Moskow. Kepanikan tidak terlihat di lingkungan penduduk Moskow.
Dia dan keluarga hanya mempersiapkan kondisi keamanan terburuk dengan mengemas barang penting seperti dokumen.
"Namun, setelah kabar tentara Wagner balik badan, istri saya bilang keamanan sudah kondusif. Anak-anak pun sudah terlihat bermain di taman kota. Pekerja konstruksi juga melanjutkan untuk bekerja. Orang-orang terlihat lalu lalang," paparnya.
Mengenai surat imbauan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow, dia mengaku sudah mengetahuinya. Surat itu pun hanya berisi pesan untuk peningkatan kewaspadaan semata.
"Itu juga pertama kali KBRI di Moskow mengeluarkan imbauan untuk WNI sepanjang konflik militer Ukraina," pungkasnya. (Cah/Z-7)
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Ketegangan baru pecah setelah Rusia menuduh Ukraina menyerang kediaman Putin dengan 91 drone. Zelensky membantah dan sebut Moskow ingin sabotase perdamaian.
Utusan AS Steve Witkoff bertemu dengan perwakilan Rusia dan Ukraina di Florida guna mematangkan 20 poin rencana damai Donald Trump untuk mengakhiri perang.
Pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels untuk memutuskan penggunaan aset Rusia yang dibekukan guna mendanai Ukraina. Simak rincian rencana dan tantangan hukumnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkap AS mengusulkan penarikan Ukraina dari sebagian Donetsk dan pembentukan zona ekonomi khusus.
Ukraina mengajukan respons atas proposal perdamaian AS di tengah percepatan negosiasi dengan Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved