Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TALIBAN mengecam laporan Dewan Keamanan PBB yang menyebut struktur pemerintahan mereka sangat eksklusif, berpusat pada Pashtun, dan represif terhadap oposisi. Taliban mengatakan laporan itu tidak berdasar dan bias.
Laporan itu dikeluarkan, awal Juni lalu, oleh Tim Pemantau Dukungan dan Sanksi Analitis Dewan Keamanan PBB.
Selain menyebut soal struktur pemerintahan Taliban, laporan itu juga menyoroti kembalinya Kandahar sebagai pusat kekuasaan, seperti pada masa pemerintahan Taliban di Afghanistan pada 1990-an.
Baca juga : Dewan Keamanan PBB Sepakati Resolusi Agar Bantuan Bisa Masuk Afghanistan
Dalam tujuh bulan terakhir, telah terlihat adanya pergeseran kekuasaan yang lebih besar dari ibu kota Kabul ke kota selatan Kandahar, jantung Taliban dan basis pemimpin tertinggi kelompok itu, Hibatullah Akhundzada.
Lebih lanjut, laporan itu juga mengatakan Taliban tengah berupaya melawan konflik internal atas kebijakan utama, sentralisasi kekuasaan, kontrol keuangan, serta sumber daya alam di Afghanistan.
“Perebutan kekuasaan yang sedang berlangsung semakin mengacaukan situasi, ke titik di mana pecahnya konflik bersenjata antara faksi-faksi yang bersaing merupakan risiko nyata,” tambah laporan PBB itu.
Baca juga : Indonesia dan PBB Bahas Afghanistan
Juru Bicara Utama Taliban Zabihullah Mujahid pun segera menanggapi dan menolak tuduhan adanya perselisihan yang disebut dalam laporan tersebut. Ia mengatakan, laporan itu tidak berdasar dan menunjukkan permusuhan yang jelas terhadap warga Afghanistan.
“Rumor perselisihan antara para pemimpin kelompok adalah kelanjutan dari propaganda 20 tahun terakhir. Publikasi laporan yang bias dan tidak berdasar seperti itu oleh Dewan Keamanan PBB tidak membantu Afghanistan dan perdamaian dan keamanan internasional, melainkan meningkatkan kekhawatiran di antara rakyat (Afghanistan),” papar Mujahid.
Tidak hanya itu, laporan tersebut juga menggambarkan pemimpin Taliban, Akhundzada, sebagai sosok yang tertutup dan sulit dipahami. Terlebih, masalah kesehatan Akhundzada juga disoroti dalam laporan tersebut.
Baca juga : Taliban Tutup Semua Salon Kecantikan di Afghanistan
Laporan itu mengutip pernyataan dari negara anggota Dewan Keamanan PBB yang tidak disebutkan namanya. Ia mengatakan Akhundzada telah selamat dari dua serangan covid-19 sehingga mengakibatkan sistem pernapasannya melemah. Selain itu, dia juga mempunyai masalah ginjal.
"Hibatullah dengan bangga menolak tekanan eksternal untuk memoderasi kebijakannya. Tidak ada indikasi bahwa pemimpin Taliban yang berbasis di Kabul dapat mempengaruhi kebijakan secara substansial. Ada sedikit prospek perubahan dalam jangka pendek hingga menengah,” tulis laporan PBB.
Sejak menguasai Afghanistan pada Agustus 2021, Taliban telah melarang sebagian besar perempuan untuk muncul di ruang publik dan bekerja. Anak perempuan juga dilarang untuk mengikuti pendidikan di atas kelas enam, termasuk melanjutkan perguruan tinggi.
Baca juga : Staf Perempuan PBB Dilarang Bekerja di Afghanistan
Dalam beberapa hari terakhir, Taliban juga telah berusaha mengecualikan semua organisasi asing dari sektor pendidikan.
Juru bicara kepala sekretaris jenderal PBB, Stéphane Dujarric, mengatakan bahwa langkah ini menandakan kemunduran yang mengerikan bagi orang-orang Afghanistan.
Di sisi lain, badan-badan bantuan telah menyediakan makanan, pendidikan, dan dukungan kesehatan kepada warga Afghanistan setelah Taliban kembali mengambil alih pada Agustus 2021 yang diikuti dengan keruntuhan ekonomi. (Yahoo News/Z-1)
Indonesia memastikan akan terus mendukung hak bangsa Palestina untuk merdeka dan berdaulat.
Resolusi serukan pembentukan pemerintahan transisi dan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza.
Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi Amerika Serikat yang mendukung rencana perdamaian Gaza Donald Trump, mencakup pembentukan pasukan internasional dan jalur menuju negara Palestina.
PIDATO Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum PBB pada 23 September 2025 membuka babak baru dalam sejarah diplomasi Indonesia.
AS kembali menggunakan hak vetonya dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk menggagalkan resolusi terkait gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina.
Langkah ini menandai veto ke-50 AS terhadap resolusi terkait Israel sejak pertama kali digunakan pada 1970.
LEDAKAN langka di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11) menewaskan 12 orang dan melukai 20 orang. Demikian disampaikan Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan.
MANTAN Sekretaris Jenderal NATO dan Menteri Keuangan Norwegia saat ini, Jens Stoltenberg, menyebut penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai kekalahan terbesar NATO.
Sedikitnya 20 orang tewas dan lebih dari 500 terluka setelah gempa 6,3 SR mengguncang Mazar-e-Sharif, Afghanistan Utara.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 mengguncang wilayah utara Afghanistan dekat kota Mazar-i-Sharif. USGS memperingatkan potensi korban jiwa ratusan dan kerusakan meluas.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang Afghanistan utara dekat Mazar-i-Sharif. Belum ada laporan korban.
Shehbaz menegaskan kembali bahwa Pakistan menginginkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, tetapi terus menghadapi terorisme lintas batas yang berasal dari tanah Afghanistan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved