Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
LUBANG menganga yang meledak ke bendungan pembangkit listrik tenaga air utama di Ukraina selatan pada Selasa (6/6), akan sangat menghambat upaya Kyiv untuk merebut kembali wilayah yang hilang dari Rusia. Moskow dan Kyiv saling menyalahkan atas kerusakan Bendungan Kakhovka, yang dirancang untuk memasok air ke Semenanjung Krimea, yang dianeksasi oleh Moskow pada 2014, yang sekarang menghadapi masalah pasokan air yang serius.
Namun pengamat Barat yakin sabotase itu adalah upaya Rusia untuk merusak Kyiv dalam jangka pendek, tepat saat Ukraina bersiap meluncurkan serangan balasan untuk mendapatkan kembali wilayah di timur. Kyiv menuduh Rusia telah meledakkan bendungan itu untuk memperlambat serangannya.
Banjir telah memaksa ribuan orang mengungsi dan berisiko mengganggu operasi militer Ukraina yang sedang berlangsung. Naiknya air di wilayah Kherson akan mempersulit pasukan Ukraina merebut kembali tepi timur dan memasuki Krimea.
"Mengikuti logika cui bono (siapa yang diuntungkan), Rusia akan menjadi penyebab yang jelas, karena dengan menyebabkan banjir di hilir Nova Kakhovka, Rusia akan mempersulit upaya Ukraina untuk menyeberang, memenangkan waktu, yang akan memungkinkan mereka untuk fokus pada bagian lain dari depan," kata seorang Profesor Sejarah di Sekolah Studi Internasional Lanjutan Johns Hopkins Sergey Radchenko.
Baca juga: Ukraina Mengungsikan Ribuan Orang setelah Bendungan Penting Hancur
Dia mengatakan insiden ini tidak memberikan keuntungan bagi Ukraina. Sebaliknya, banyak kerugian yang akan ditanggung Kyiv termasuk kekurangan pasokan listrik, lebih banyak penderitaan bagi warga sipil, pembatasan opsi ofensif dan logistik.
Seorang Konsultan Independen di bidang Internasional Stephane Audrand menilai dampak serupa dari kehancuran bendungan ini. Isu penghancuran fasilitas strategis ini telah mencuat sejak Oktober.
Bendungan Kakhovka yang terletak di daerah yang diduduki Rusia di wilayah Kherson membuat Ukraina kehilangan fokus untuk serangan balik. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Moskow telah merusak bendungan itu, salah satu yang terbesar di Ukraina.
Otoritas Rusia membalas tuduhan itu dengan menilai Zelensky tidak memiliki dasar atas tuduhannya. Penghancuran sebesar ini, kemungkinan besar akan menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi warga sipil, dianggap sebagai kejahatan perang di bawah Protokol Tambahan Konvensi Jenewa 1949.
“Bendungan, tanggul dan stasiun pembangkit listrik tenaga nuklir, tidak boleh dijadikan sasaran serangan, bahkan di mana obyek-obyek tersebut adalah sasaran militer, jika serangan tersebut dapat menyebabkan pelepasan kekuatan berbahaya dan akibatnya kerugian besar di antara penduduk sipil,” menurut Article 56.
Baca juga: PBB Sebut Penghancuran Bendungan Ukraina Ancam Ribuan Nyawa Warga Sipil
Sejarah kontemporer menawarkan banyak contoh penghancuran bendungan dan banjir di Eropa untuk tujuan defensif dan ofensif.
Pada 1941, Uni Soviet meledakkan bendungan besar di Zaporizhzhia Ukraina untuk memperlambat gerak maju Jerman.
Pada Mei 1943, Angkatan Udara Kerajaan Inggris membom bendungan Jerman di lembah Ruhr, pusat industri negara itu. Dilakukan oleh skuadron RAF 617 yang mendapat julukan Dambusters, operasi ini menghancurkan tiga bendungan.
Usaha itu diabadikan dalam film yang diproduksi 1955 bertajuk The Dam Busters. Taktik banjir juga dipraktikkan dalam perang dunia pertama. Pada musim gugur 1914, selama Pertempuran Yser, pasukan Prancis dan Belgia menggunakan taktik banjir untuk memperlambat gerak maju pasukan Jerman yang mencoba menyeberangi Sungai Yser menuju Dunkirk. (CNA/Cah)
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
LAHAN pertanian seluas 1.046 hektare di sekitar Sungai Tanggung, Kabupaten Jember, dipastikan mendapat aliran air.
Kehadiran GERD akan membantu mengatasi krisis listrik berkepanjangan di dalam negeri sekaligus memungkinkan ekspor energi ke kawasan Afrika Timur.
GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta Presiden Prabowo Subianto membantu penyelesaian pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan.
Korps Insinyur Angkatan Darat AS membuka dua bendungan di California Tengah, membiarkan 2,2 miliar galon air mengalir keluar, mengikuti perintah Presiden Donald Trump.
DIREKTUR Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizalie Anwar meninjau kondisi infrastruktur terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Saat ini, tahapan pembangunan bendungan Riam Kiwa terus berjalan dan pada 2025 ini akan dibangun akses jalan dan fasilitas lain penunjang bendungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved