Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
POLUSI udara masih menjadi penyebab kematian dini bagi lebih dari 1.200 orang di bawah 18 tahun di Eropa. Selain itu, polusi udara merupakan biang kerok dari sejumlah penyakit yang menghantui masa depan anak-anak di benua tersebut.
Fakta itu diungkap oleh Badan Lingkungan Eropa (EEA) yang telah melakukan studi di 30 negara, termasuk 27 anggota Uni Eropa. Riset yang mereka lakukan untuk kali pertamanya mengkaji dampak dari polusi udara terhadap anak-anak.
Walau terjadi penurunan tingkat polusi udara belakangan ini, namun itu masih di atas batas aman yang telah ditetapkan oleh WHO. Pada 2020, tercatat 238 ribu jiwa melayang akibat polusi udara, termasuk di Islandia, Liechtensteinn, Norwegia, Swiss, dan Turki.
Baca juga: Inilah Manfaat Mengkudu bagi Kesehatan, Kenali Juga Efek Sampingnya
EEA mendesak para pemangku kepentingan untuk fokus menurunnkan tingkat polusi udara di sekolah, sentra olahraga, dan pusat transportasi publik.
"(Karena polusi udara), bayi yang baru lahir menjadi rentan terhadap asma, penurunan fungsi paru-paru, infeksi saluran pernafasan, dann alergi," jelas EEA.
Sementara WHO mengatakan secara global, 7 juta orang meninggal akibat polusi udara setiap tahunnya. Khusus Eropa, 97% warganya yang tinggal di kawasan urban, tinggal di lingkungan yang tingkat polusinya tidak memenuhi kriteria WHO.
Baca juga: Polusi Udara Ancam Kesehatan
Namun, WHO menyatakan Eropa sedang berada di jalur yang tepat dalam upayanya menekan tingkat polusi udara dan diperkirakan dapat mencegah jumlah total kematian anak hingga 50% pada 2030 jika dibandingkan dengan 2005 yang mencapai 431 ribu kematian sejak 1990-an. (Z-6)
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
Penelitian terbaru menemukan awan di Samudra Atlantik dan Pasifik kini makin redup akibat udara yang lebih bersih.
Polusi udara dan asap rokok merupakan dua faktor lingkungan yang kerap diabaikan, padahal keduanya memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved