Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang mengatakan 21.881 orang bunuh diri pada 2022. Angka itu termasuk rekor jumlah anak-anak dengan 514 orang dan yang tertinggi sejak 1980 silam.
Jumlah itu naik 4,2% dari tahun lalu. Pada 2022 jumlah pria yang bunuh diri meningkat untuk pertama kalinya sejak 2009. Angkanya mencapai 14.746.
Jumlah perempuan tumbuh selama tiga tahun berturut-turut menjadi 7.135. Pria menyumbang 67,4% dari total. Berdasarkan usia, terdapat lebih banyak orang berusia 50-an dan merupakan kelompok yang terbesar dari total angka bunuh diri.
Baca juga : Gawat Jepang cuma Tinggal Nama tanpa Peningkatan Angka Kelahiran
Kelompok itu diikuti oleh kelompok yang berusia 40-an dan 70-an. Sementara di kelompok anak-anak, 354 orang masih duduk di bangku SMA, 143 di sekolah menengah pertama dan 17 di sekolah dasar.
Totalnya mencapai 514 orang. Jumlah ini menjadi yang pertama kalinya melampaui 500 sejak data kasus ini dicatat pada 1980. Kementerian itu mencatat bahwa ada lebih banyak kasus bunuh diri di antara anak-anak dan pria paruh baya.
Harapan dari pencatatan kasus ini dapat memberikan lebih banyak langkah dukungan, seperti hotline konseling. (NHK/Z-4)
Unpad masih menunggu hasil visum setelah seorang mayat pria ditemukan tewas gantung diri di dahan pohon di kawasan kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (19/2)
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved