Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Hukum Internasional di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai dukungan Fiji terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak akan berdampak signifikan.
Loncatan politik negeri kepulauan di Samudera Pasifik itu lebih bertujuan untuk meminta bantuan Indonesia.
"(Untuk meredam dukungan terhadap OPM oleh Fiji) negara-negara Pasifik sulit dan pasti seperti itu. Tinggal mengedukasi publik kita bahwa sepanjang bukan negara besar tidak perlu terlalu khawatir," ujarnya kepada Media Indonesia, Sabtu (11/3).
Baca juga : Kemenlu RI Sebut Polisi AS Selidiki Penyerangan pada 2 Remaja WNI
Hikmahanto menambahkan negara-negara di Samudra Pasifik beralasan pemberian dukungan kepada OPM dilandaskan pada solidaritas. Tetapi motifnya tetap berfokus pada masalah ekonomis."Kadang alasannya solidaritas negara pasifik tapi kadang agar Indonesia memberikan pemanis (bantuan materil)," ujarnya.
Pengamat Hubungan Internasional Universitas Yogyakarta (UMY) Faris Al Fadhat mengapresiasi langkah Kementerian Luar Negeri yang melayangkan nota protes terhadap pemerintah Fiji. Indonesia perlu memperkuatnya dengan sejumlah langkah diplomatis.
"Sebagaimana kita ketahui bahwa Perdana Menteri (PM) Fiji Sitiveni Rabuka, bertemu dengan Benny Wenda beberapa waktu lalu, yang merupakan pentolan separatis OPM. Dalam hal ini, respons pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dengan mengirimkan nota protes kepada pemerintah Fiji sudah tepat," kata Wakil Rektor UMY itu kepada Media Indonesia, Sabtu (11/3).
Baca juga : Tidak Cukup Nota Protes, Indonesia Perlu Ubah Sikap Politik Fiji
Fiji Lakukan Intervensi
Menurut dia nota protes resmi yang dikirimkan kepada Kedutaan Besar Fiji di Jakarta pada 23 Februari 2023 tersebut patut diapresiasi, sebagai kebijakan tegas pemerintah Indonesia.
Hal ini merupakan langkah diplomatik yang dapat ditempuh oleh semua negara ketika ada intervensi negara lain atas persoalan domestik.
Baca juga : Indonesia Layangkan Nota Protes Terhadap Fiji
Ia mengatakan sikap Fiji yang dipandang tidak menghormati otoritas politik Indonesia ini memang mengganggu. Namun juga tidak perlu reaksioner dan dibesar-besarkan.
Fiji adalah negara kecil dengan penduduk yang tidak lebih dari satu juta orang sehingga pengaruhnya juga kecil. Nota protes yang dilayangkan juga sudah tepat.
Kebijakan ini perlu diperkuat lagi. Nota protes perlu diperkuat lagi dengan diplomasi lanjutan. Paling tidak terdapat dua langkah.
Baca juga : KTT ASEAN Digelar Besok, Menlu RI: Bahas Krisis Myanmar
Pertama, kata Faris, diplomasi Indonesia ke Fiji dan beberapa negara di kawasan Pasifik perlu ditingkatkan. Langkah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengunjungi Fiji dan Kepulauan Solomon pada September 2022 lalu sangat tepat.
Namun demikian, hal ini tampaknya belum berdampak signifikan terhadap hubungan kedua negara yang saling menghiormati. Fiji tetap menunjukkan gestur dukungan kepada OPM dan tidak menghormati pemerintah Indonesia dalam menangani persoalan politik domestik.
"Karena itu, diplomasi tetap harus terus dilakukan, baik melalui kementerian luar negeri Fiji, parlemen, hingga PM sendiri," tuturnya.
Baca juga : Tim DKI Dominasi Seleksi Timnas Kickboxing SEA Games 2021
Kedua, kerja sama ekonomi harus tetap ditingkatkan di masa yang akan datang. Meskipun secara populasi penduduk Fiji relatif sedikit, namun hubungan dadang dan investasi menjadi penting untuk membangun hubungan diplomatik yang lebih baik.
"Semakin besar ketergantungan Fiji terhadap ekonomi Indonesia akan semakin mengurangi ganjalan diplomatik seperti saat ini," pungkasnya.
Layangkan Nota Protes
Baca juga : PBSI Ajukan Perubahan Sistem Skor Pertandingan Kepada BWF
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah mengungkapkan bahwa Indonesia melayangkan nota protes terhadap pemerintah Fiji. Kekecewaan itu telah disampaikan melalui Kedutaan Besar Fiji di Jakarta.
”Isinya berupa penyampaian protes,” ujarnya pada gelaran Press Briefing di Jakarta, pada Jumat (10/3).
Ia mengatakan, nota tersebut telah dikirim sejak 23 Februari 2023 lalu. Pihaknya juga telah mengadakan pertemuan tertutup dengan Rabuka. Indonesia menyatakan kekecewaan atas dukungan PM Fiji terhadap gerakan separatis Papua.
Baca juga : Eastspring Indonesia Tambah Tiga Produk Reksa Dana Unggulan
“Pemerintah telah secara jelas dan tegas menyampaikan kekecewaan kita,” ungkapnya.
Rabuka dan Wenda bertemu dalam perhelatan negara-negara Pasifik di Nadi, Fiji, pekan lalu. Rabuka mengunggah pertemuan keduanya di media sosial Twitter dan mengaku mendukung gerakan separatis Papua.
Rabuka mengatakan, dukungan pada gerakan tersebut karena masyarakat Papua adalah orang melanesia. Menurutnya, Papua Barat berhak mendapat keanggotaan penuh Melanesian Spearhead Group (MSG).
Sebelumnya, Pemerintah Fiji belum pernah menyatakan dukungan terhadap gerakan separatis di Papua atau United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).
Beberapa negara Pasifik kerap membahas isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua dalam pertemuan PBB, terutama Vanuatu. (Cah/OL-09)
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka batal berkunjung ke Yahukimo, Papua, Papua Pegunungan. Kunjungan itu dijadwalkan Rabu (14/1) atas alasan keamanan
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, yang sedianya bertolak menuju Kabupaten Yahukimo menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU, terpaksa membatalkan rencana tersebut.
WAKIL Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka terpaksa membatalkan agenda kunjungan kerjanya ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu (14/1/2026).
Mereka menyatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan kesadaran penuh tanpa paksaan.
TOKOH agama dan masyarakat Papua membantah pernyataan OPM yang mengungkapkan TNI menggunakan pesawat dan bom dalam sejumlah kegiatan kemanusiaan di Distrik Kiwirok.
Peristiwa baku tembak itu bermula ketika Komando Operasi Habema Kogabwilhan III bergerak menuju Kampung Soanggama, Selasa (14/10) malam.
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka batal berkunjung ke Yahukimo, Papua, Papua Pegunungan. Kunjungan itu dijadwalkan Rabu (14/1) atas alasan keamanan
PEMBATALAN kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Yahukimo mengungkap kembali potret kelam keamanan di Bandar Udara Nop Goliat Dekai atau Bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, yang sedianya bertolak menuju Kabupaten Yahukimo menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU, terpaksa membatalkan rencana tersebut.
WAKIL Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka terpaksa membatalkan agenda kunjungan kerjanya ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu (14/1/2026).
Kegiatan penindakan itu dilaksanakan secara terukur dan profesional pada Sabtu (13/12), dengan melibatkan berbagai Satuan Tugas TNI yang berada kendali Koops Habema.
kOMANDAN Satgas Media Koops Habema, Letnan Kolonel Infantri Iwan D Prihartono, mengatakan pihaknya berhasil melumpuhkan markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Intan Jaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved