Selasa 10 Januari 2023, 12:42 WIB

Ukraina Babak Belur, AS Raup Untung Besar

Cahya Mulyana | Internasional
Ukraina Babak Belur, AS Raup Untung Besar

US Navy/AFP
Ilustrasi jet tempur F-35C Lightning II berada di Kapal Induk USS Carl Vinson milik angkatan bersenjata Amerika Serikat.

 

Perang di Ukraina telah mendorong sejumlah negara untuk memperkuat armada militer. Salah satunya Kanada yang telah menyelesaikan kesepakatan pembelian 88 jet tempur F-35 dengan Amerika Serikat (AS) dan Lockheed Martin senilai Rp221 triliun.

Menteri Pertahanan Kanada Anita Anand mengatakan kesepakatan itu menandai investasi terbesar di Angkatan Udara Kerajaan Kanada dalam 30 tahun terakhir. “Ketika dunia kita semakin gelap, dengan invasi Rusia yang ilegal dan tidak dapat dibenarkan ke Ukraina dan perilaku Tiongkok yang semakin tegas di Indo-Pasifik, proyek ini menjadi semakin penting, terutama mengingat pentingnya interoperabilitas dengan sekutu kita,” kata Anand.

Pengumuman itu muncul sebelum Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bertemu dengan Presiden AS Joe Biden dan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador di Mexico City, Meksiko. Kanada, yang memiliki hubungan pertahanan yang erat dengan AS, sedang melakukan peremajaan alat-alat perang.

Empat pesawat F-35 pertama diperkirakan akan dikirim pada 2026 dan sisanya 2032 hingga 2034. Anggaran proyek sebesar Rp221 triliun juga mencakup biaya penyiapan infrastruktur, senjata, dan pengeluaran terkait lainnya selain harga pesawat.

Namun isu itu menyulut kemarahan rakyat Kanada. Pasalnya musim dingin dan inflasi sedang menghimpit rakyat sementara pemerintahan Kanada fokus membeli alat perang.

“Saat musim dingin tiba dan warga Kanada berjuang untuk memenuhi kebutuhan, tidak bertanggung jawab dan tidak adil bagi pemerintah Trudeau untuk membelanjakan uang publik untuk membeli pesawat tempur Amerika,” kata kelompok aktivis No Fighter Jets Coalition.

Ia meminta pemerintah federal harus berinvestasi dalam perumahan yang terjangkau, perawatan kesehatan, pendidikan, bantuan ekonomi, dan perubahan iklim. "Pengadaan F-35 yang direncanakan Kanada tidak dapat diterima dan tidak bermoral dan harus dibatalkan,” pungkasnya.

Pada tahun 2015, Trudeau juga berkampanye dengan janji untuk membatalkan rencana pemerintah Partai Konservatif pimpinan Perdana Menteri Stephen Harper mengenai pembelian F-35. Sebaliknya, dia mengatakan Partai Liberal akan meluncurkan proses penawaran jenis pesawat lain.

“Kami tahu bahwa memilih untuk membatalkan pengadaan F-35 oleh pemerintah Konservatif dan memilih untuk mengganti dengan (penawaran) kompetitif dari banyak alternatif di luar sana, kami akan menghemat puluhan miliar dolar dalam beberapa dekade mendatang,” kata Trudeau.

Namum Anand mengatakan pengadaan F-35 akan membantu Kanada memenuhi komitmen militer dalam negeri dan Komando Pertahanan Ruang Angkasa Amerika Utara (NORAD) juga Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO). (Aljazeera/OL-12)

Baca Juga

Ilustrasi

Pesawat Nirawak Israel Disebut Mampu Membawa 1 Ton Bom

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 22:55 WIB
Pesawat nirawak (drone) Israel mampu membawa bom gravitasi seberat 1 ton dan tidak menimbulkan suara atau asap ketika...
Antara

AS Ingin Bantu ASEAN Atasi Krisis di Myanmar

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 22:33 WIB
Amerika Serikat berharap dapat bekerja sama dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk mengatasi krisis politik di...
AFP/Bertha Wang

Hong Kong Tawarkan 500 Ribu Tiket Pesawat Gratis

👤Media Indonesia 🕔Kamis 02 Februari 2023, 17:32 WIB
Otoritas Hong Kong pada Kamis menawarkan 500 ribu tiket penerbangan gratis lewat promosi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya