Senin 09 Januari 2023, 13:00 WIB

Turki Kecam Taliban Soal Larangan Pendidikan untuk Perempuan

Cahya Mulyana | Internasional
Turki Kecam Taliban Soal Larangan Pendidikan untuk Perempuan

AFP/Wakil KOHSAR
Pelajar putri Afghanistan mengikuti ujian masuk di Universitas Kabul.

 

TURKI melontarkan penolakan dan kecaman terhadap keputusan Taliban yang melarang kaum perempuan Afghanistan untuk berkuliah. Ankara menilai kebijakan itu bertolak belakang dengan nilai-nilai kemanusiaan dan agama.

"Larangan ini tidak Islami atau humanistik. Kami menolak larangan semacam itu," tegas Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

Menurut dia, larangan yang dibuat Taliban di Afghanistan itu dapat merugikan masa depan negeri tersebut. Sebab peran serta masyarakat Afghanistan nantinya akan terganggu oleh ketimpangan pendidikan.

Baca juga: Temui Taliban, PBB Desak Pencabutan Larangan Perempuan Kuliah

Turki, kata dia, berpenduduk mayoritas Muslim dan mendukung pemerataan pendidikan untuk kaum perempuan. Hal serupa juga dilakukan negara-negara dengan mayoritas pemeluk agama Islam lainnya.

"Agama kami, Islam, tidak menentang pendidikan, sebaliknya, mendukung pendidikan. Kami berharap Taliban mencabut keputusan ini. Turki akan terus memberikan pendidikan dan beasiswa kepada saudari Afghanistan kami,” paparnya.

Selain itu, Cavusoglu juga menyoroti isu integritas teritorial, kedaulatan, dan integritas politik Yaman. Krisis kemanusiaan di Yaman telah mencapai titik serius. Lebih dari separuh orang Yaman menghadapi krisis pangan.

"Kami terus mendukung Yaman dalam situasi sulit ini. Di Turki, kami menggiling 37.000 biji-bijian dari Ukraina menjadi tepung dan mengirimkannya ke Yaman,” ungkapnya.

Yaman tergelincir ke dalam perang saudara yang mematikan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi merebut sebagian besar wilayah itu, termasuk ibu kota, Sanaa. Sebuah koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi mengintervensi dengan mengerahkan kekuatan militer pada awal 2015.

"Kami juga menekankan pentingnya kembali ke gencatan senjata di Yaman. Kami akan terus berkontribusi di setiap platform untuk persatuan dan perdamaian Yaman. Orang-orang yang tidak bersalah adalah yang paling terpengaruh oleh perang," kata Cavusoglu. (Anadolu Agency/OL-1)

Baca Juga

AFP/Khaled DESOUKI

Mumi Tertua dan Terlengkap Ditemukan di Makam Firaun

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 23:30 WIB
Banyak patung ditemukan di antara makam, termasuk satu yang mewakili seorang pria dan istrinya serta beberapa...
AFP/Frederic J BROWN

Tiongkok Keluarkan Peringatan setelah Warganya Jadi Korban Penembakan di AS

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 22:50 WIB
Konjen Tiongkok di Los Angeles memastikan seorang warga negaranya tewas dalam penembakan massal pada pesta perayaan Tahun Baru Imlek di...
AFP

IAEA Laporkan Ledakan di Dekat PLTN Zaporizhzhia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 27 Januari 2023, 17:49 WIB
Pasukan Rusia merebut pabrik Zaporizhzhia dari Ukraina pada awal Maret, tak lama setelah melakukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya