Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) dinilai gagal mengantisipasi dampak buruk dari badai salju yang menewaskan lebih dari 60 jiwa. Buffalo, New York, menjadi kota paling terdampak bencana ini dengan angka kematian mencapai 34 orang.
Kegagalan ini menuai kritik dari sejumlah tokoh New York. Salah satunya eksekutif Erie County Mark Poloncarz. Dia mengecam para pemimpin negara bagian itu tidak bekerja sama menghadapi fenomena alam ini.
“Kami memiliki panggilan telepon dari pejabat terpilih setiap pagi, namun tidak ada dari kota Buffalo,” kata Poloncarz.
Dia menambahkan kinerja para pemimpin daerah di New York sangat mengecewakan di hadapan rakyat mereka. Buffalo adalah daerah yang paling parah dilanda badai yang terjadi sejak pekan lalu dengan puncaknya, Selasa (27/12).
Saling menyalahkan antara para pemimpin di New York dapat menghambat penanggulangan setelah badai terburuk yang melanda wilayah itu sejak 1977.
“Pemerintah kota kami mengecewakan kami,” kata wakil komunitas India Walton, seorang sosialis yang merupakan calon wali kota dari Partai Demokrat.
Penduduk Buffalo masih terisolasi karena tidak dapat menggunakan jalan untuk bepergian atau mengungsi ke tempat lain. Salju di daerah tersebut belum dapat dibersihkan khususnya yang menutupi jalan raya.
“Saya merasa kota ini selalu tidak siap menghadapi badai salju seperti ini,” kata warga Buffalo Kazi Mohammad.
Baca juga: AS Laporkan Korban Badai Salju Capai 50 Orang
Dengan suhu menghangat pejabat setempat menilai masalah baru akan muncul yakni banjir dari pencairan salju. Pihak berwenang juga mencatat banyak laporan penjarahan,
Kepolisian setempat menangkap sembilan tersangka pada Selasa, kata Komisaris Polisi Buffalo Joseph Gramaglia. Dia menggambarkan toko-toko, rak makanan, mesin kasir dan barang-barang dagangan telah menjadi bukti penjarahan.
Sejumlah 34 orang di New York tewas akibat badai salju dengan 26 orang tercatat dari Buffalo. Angka itu dapat bertambah setelah salju mencair.
“Kami khawatir ada individu yang mungkin telah tewas kedinginan, tertimpa salju atau karena sendirian di rumah juga di kendaraannya,” ungkap Poloncarz.(Washington Post/OL-5)
Pantai Timur AS dilanda badai salju ekstrem. Rhode Island catat rekor salju terdalam, 600 ribu bangunan mati listrik, dan ribuan penerbangan di New York dibatalkan.
New York City berduka setelah 18 orang tewas akibat suhu beku ekstrem yang melanda selama 13 hari.
Rihanna menunjukkan sikap tenang dan selera humor tinggi saat mengalami kejadian tak terduga dengan pengawalnya di New York.
Momen dramatis saat pemimpin Venezuela Nicolás Maduro muncul di pengadilan New York dengan belenggu kaki. Ia mengaku sebagai tawanan perang atas kasus narkoterorisme.
MENJELANG puncak libur akhir tahun, New York saat ini sedang kewalahan menghadapi krisis kesehatan serius yaitu lonjakan kasus super flu tertinggi
Mamdani menegaskan tekadnya untuk memastikan New York menjadi kota yang aman, inklusif, dan tegas dalam menentang segala bentuk diskriminasi.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan setuju dengan AS soal program nuklir Iran, namun peringatkan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
Trump setuju berbicara dengan pemimpin baru Iran. Teheran terbuka untuk upaya serius meredakan ketegangan, kata Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Amerika Serikat konfirmasi 3 anggota militer tewas dan 5 luka-luka akibat operasi terhadap Iran. USS Abraham Lincoln aman meski misil diluncurkan.
Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan tewas dalam serangan ke Teheran. Media Iran belum memberikan konfirmasi resmi atas kabar tersebut.
Serangan AS-Israel ke Iran memicu ancaman penutupan Selat Hormuz. Jalur vital perdagangan energi dunia ini mengalirkan 20 juta barel minyak per hari.
Iran menuding Amerika Serikat dan Israel melakukan aksi terorisme dan pembunuhan terencana terhadap Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved