Kamis 29 Desember 2022, 13:17 WIB

Pemerintah AS Disebut Gagal Antisipasi Dampak Badai Salju

Cahya Mulyana | Internasional
Pemerintah AS Disebut Gagal Antisipasi Dampak Badai Salju

AFP/JOHN NORMILE
Sebuah rumah yang tertutup es akibat badai salju di Hamburg, New York

 

PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) dinilai gagal mengantisipasi dampak buruk dari badai salju yang menewaskan lebih dari 60 jiwa. Buffalo, New York, menjadi kota paling terdampak bencana ini dengan angka kematian mencapai 34 orang.

Kegagalan ini menuai kritik dari sejumlah tokoh New York. Salah satunya eksekutif Erie County Mark Poloncarz. Dia mengecam para pemimpin negara bagian itu tidak bekerja sama menghadapi fenomena alam ini.

“Kami memiliki panggilan telepon dari pejabat terpilih setiap pagi, namun tidak ada dari kota Buffalo,” kata Poloncarz.

Dia menambahkan kinerja para pemimpin daerah di New York sangat mengecewakan di hadapan rakyat mereka. Buffalo adalah daerah yang paling parah dilanda badai yang terjadi sejak pekan lalu dengan puncaknya, Selasa (27/12).

Saling menyalahkan antara para pemimpin di New York dapat menghambat penanggulangan setelah badai terburuk yang melanda wilayah itu sejak 1977.

“Pemerintah kota kami mengecewakan kami,” kata wakil komunitas India Walton, seorang sosialis yang merupakan calon wali kota dari Partai Demokrat.

Penduduk Buffalo masih terisolasi karena tidak dapat menggunakan jalan untuk bepergian atau mengungsi ke tempat lain. Salju di daerah tersebut belum dapat dibersihkan khususnya yang menutupi jalan raya.

“Saya merasa kota ini selalu tidak siap menghadapi badai salju seperti ini,” kata warga Buffalo Kazi Mohammad.

Baca juga: AS Laporkan Korban Badai Salju Capai 50 Orang

Dengan suhu menghangat pejabat setempat menilai masalah baru akan muncul yakni banjir dari pencairan salju. Pihak berwenang juga mencatat banyak laporan penjarahan,

Kepolisian setempat menangkap sembilan tersangka pada Selasa, kata Komisaris Polisi Buffalo Joseph Gramaglia. Dia menggambarkan toko-toko, rak makanan, mesin kasir dan barang-barang dagangan telah menjadi bukti penjarahan.

Sejumlah 34 orang di New York tewas akibat badai salju dengan 26 orang tercatat dari Buffalo. Angka itu dapat bertambah setelah salju mencair.

“Kami khawatir ada individu yang mungkin telah tewas kedinginan, tertimpa salju atau karena sendirian di rumah juga di kendaraannya,” ungkap Poloncarz.(Washington Post/OL-5)

Baca Juga

AFP

Unggah Video Menari, Sepasang Kekasih Di Iran Harus Masuk Bui

👤Widhoroso 🕔Kamis 02 Februari 2023, 00:26 WIB
PENGADILAN Iran menjatuhkan hukuman penjara masing-masing lebih dari 10 tahun kepada pasangan muda yang menari di depan salah satu landmark...
Wikipedia

Jet Tempur Legendaris J-7 Milik Tiongkok Resmi Pensiun Tahun Ini

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 21:09 WIB
Jumlah J-7 di dunia saat ini diperkirakan mencapai 2.400 unit, yang tersebar di wilayah Asia, Timur Tengah, dan...
AFP/Oli Scarff.

Inggris Bersiap Hadapi Aksi Mogok Kerja Terbesar

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 01 Februari 2023, 20:26 WIB
Para pemimpin serikat pekerja memperkirakan hingga 500.000 orang akan ikut...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya