Jumat 18 November 2022, 19:39 WIB

Imbas Serangan Rusia, Akses Listrik 10 Juta Warga Ukraina Terputus

Ferdian Ananda Majni | Internasional
Imbas Serangan Rusia, Akses Listrik 10 Juta Warga Ukraina Terputus

AFP
Sejumlah warga berjalan di sekitar wilayah selatan Ukraina, yang belum lama diserang Rusia.

 

DI tengah musim dingin, lebih dari 10 juta warga Ukraina hidup tanpa listrik, setelah puluhan serangan udara militer Rusia menghantam infrastruktur energi negara tersebut.

Hal itu diungkapkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Rentetan serangan mengganggu pasokan listrik dan air di seluruh wilayah Ukraina.

Namun, Rusia menyalahkan penderitaan warga sipil atas penolakan pemerintah Ukraina terhadap perundingan perang, yang dimulai sejak 24 Februari lalu.

Baca juga: Dubes Ukraina Tuding Rusia Biang Keladi Ancaman Keamanan Pangan

Pada Kamis waktu setempat, penduduk Kherson yang baru saja direbut kembali di Ukraina selatan, bergegas menimbun stok makanan, selimut dan pakaian musim dingin.

Mereka pun mencari korek api dan berdesakan ketika para sukarelawan melemparkan bantuan ke kerumunan warga. Beberapa kota di wilayah Ukraina diserang ketika musim dingin mulai melanda. Pemerintah Ukraina memperingatkan warga atas situasi sulit di masa mendatang.

“Saat ini, lebih dari 10 juta warga Ukraina tanpa akses listrik,” jelas Zelenskyy, yang menggarisbawahi wilayah Odesa, Vinnytsia, Sumy dan Kyiv sebagai yang paling terdampak.

Baca juga: Australia Tuding Rusia Sembunyikan Pembunuh Penumpang MH17

Perusahaan energi Ukraina, Ukrenergo, menyatakan bahwa suhu dingin mendorong tingginya kebutuhan listrik di sejumlah wilayah. Penasihat energi pemerintah, Oleksandr Kharchenko, mengatakan sekitar 50% warga Ukraina kesulitan mengakses listrik.

“Rusia mengobarkan perang terhadap fasilitas listrik dan membawa penderitaan bagi rakyat Ukraina dengan meledakkan pembangkit listrik," imbuh Zelenskyy.

Di wilayah Odesa bagian selatan, serangan militer Rusia menghantam infrastruktur. Pemimpin setempat pun memperingatkan penduduk tentang ancaman serangan rudal besar-besaran dan mendesak evakuasi.(Aljazeera/OL-11)
 

Baca Juga

AFP/AL JAZEERA

Al Jazeera Bawa Kasus Pembunuhan Abu Akleh ke ICC

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 07 Desember 2022, 10:15 WIB
Israel pun menegaskan tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan apa pun terkait kematian Abu...
MOHAMMED AL-SHAIKH and OSCAR DEL POZO / AFP Jurnalis

Pengadilan AS Lindungi Pangeran Arab di Kasus Khashoggi

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 07 Desember 2022, 09:33 WIB
Hakim federal Washington John Bates mengikuti permintaan pemerintah AS bahwa Salman menikmati kekebalan di pengadilan AS sebagai kepala...
AFP

Organisasi Trump Divonis Bersalah dalam Persidangan Penipuan Pajak AS

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 07 Desember 2022, 09:22 WIB
Perusahaan real estat Donald Trump telah dihukum karena melakukan skema kriminal selama 15 tahun untuk menipu otoritas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya