Rabu 05 Oktober 2022, 17:10 WIB

Pengamat Puji Kemenlu Insyaf Sikapi Referendum Bodong Rusia

Mediaindonesia.com | Internasional
Pengamat Puji Kemenlu Insyaf Sikapi Referendum Bodong Rusia

AFP/Anatolii Stepanov.
Tentara Ukraina mengibarkan bendera nasional di atas kendaraan lapis baja personel di jalan dekat Lyman, Donetsk, Selasa (4/10).

 

PENGAMAT Komunikasi Pascasarjana Univesitas Sahid Jakarta Algooth Putranto memuji Kementerian Luar Negeri yang akhirnya bersikap tegas terhadap referendum akal-akalan wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia.

"Akhirnya, Pejambon (Kemenlu) insyaf dengan bersikap tegas terhadap referendum bodong Rusia yang dijajah Ukraina. Tampaknya setelah ada pergantian Dirjen Amerika dan Eropa serta kemunduran berarti Rusia di Ukraina membuat sikap Kemenlu lebih tegas," tuturnya dalam keterangan tertulis, Rabu (5/10).

Setelah berbulan-bulan, lanjutnya, pemerintah Indonesia yang bersikap kurang tegas di forum internasional pada akhirnya kini mampu bersikap sangat tegas terhadap tindakan agresi Rusia berkedok invasi tersebut. "Mungkin pada akhirnya, setelah tantara Rusia kocar-kacir, Kemenlu teringat pada alinea pertama Pembukaan UUD 1945 yang merupakan visi bangsa ini tentang kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," tuturnya.

Seperti diketahui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyatakan bahwa referendum yang diselenggarakan Rusia di empat wilayah Ukraina melanggar prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional. Referendum tersebut telah menjadi dasar pencaplokan ilegal empat wilayah Ukraina, yaitu Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson, oleh Rusia.

Referendum akal-akalan ini kemudian diresmikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin yang pada Jumat (30/9) mengumumkan pencaplokan empat wilayah Ukraina dan menjanjikan Moskow akan menang dalam operasi militer khusus bahkan ketika dia menghadapi pembalasan aksi militer baru yang berpotensi serius. Proklamasi Putin tentang pencaplokan itu dilakukan setelah Rusia mengadakan pemungutan suara yang disebutnya sebagai referendum di daerah-daerah pendudukan di Ukraina.

Cuitan Kemenlu RI di Twitter pada Minggu (2/10) menyatakan, "Setiap negara harus menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lain. Prinsip ini secara jelas tertera dan merupakan salah satu prinsip utama Piagam PBB."

Indonesia menilai bahwa referendum sepihak tersebut akan semakin menyulitkan penyelesaian konflik melalui perundingan dan mengakibatkan perang semakin berkepanjangan. Ini akan merugikan semua pihak. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA

Indonesia Ajak Negara-Negara Kepulauan Di Pasifik Pulihkan Perekonomian

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:37 WIB
MENTERI Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengajak negara-negara kepulauan di Pasifik untuk memperkuat...
Dok. Pribadi

Indonesianis Werner Weiglein Rencana Dirikan Pusat Indonesia untuk Eropa di Jerman

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:36 WIB
Werner yang adalah juga pendiri PT Indonesia Jerman Bersatu dan Papua Explorer Wisata tersebut sebelumnya sudah mendirikan Museum Papua dan...
Dok MI

Pertama! Rusia dan Ukraina akan Bertemu di Bali

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 06 Desember 2022, 19:30 WIB
Dua negara yang tengah berkonflik, Rusia dan Ukraina, untuk pertama kali sejak 24 Februari akan bertatap muka di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya