Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan pertemuan bilateral pada Kamis waktu setempat. Kedua pemimpin negara akan membahas situasi Ukraina dan Taiwan di Samarkand, Uzbekistan.
Pertemuan tersebut akan berlangsung sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja sama Shanghai (SCO). Adapun SCO berdiri pada 2021 yang mencakup Rusia, Tiongkok, India, Pakistan, serta negara-negara Asia Tengah bekas Uni Soviet seperti Kazakhstan, Uzbekistan, Kirgistan dan Tajikistan.
Bagi Putin, pertemuan ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa Rusia tidak dapat diisolasi secara internasional. Sejak menyerang Ukraina pada Februari lalu, Rusia dijatuhi sejumlah sanksi oleh negara Barat dan sekutu.
Baca juga: AS Ajak Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke Tiongkok
Sementara itu bagi Xi, ini perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak pandemi covid-19. Pertemuan tersebut diyakini menjadi momen untuk meningkatkan citra dirinya di dalam negeri dan sebagai negarawan global, jelang kongres penting Partai Komunis China.
Pertemuan kedua pemimpin negara tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan di tengah ancaman sanksi negara Barat, terutama Amerika Serikat (AS). Rusia dan Tiongkok sama-sama memiliki keretakan hubungan dengan AS.
Baca juga: Tiongkok dan Rusia Siap Bangun Aliansi
"SCO menawarkan alternatif nyata bagi organisasi yang berpusat pada Barat," kata Penasihat Kebijakan Luar Negeri Kremlin Yuri Ushakov.
Dalam pertemuan kali ini, hadir pula Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Meski bukan anggota, keduanya telah menjadi perantara utama dalam kesepakatan antara Rusia dan Ukraina, seperti ekspor biji-bijian Kyiv di tengah perang.
Xi dan Putin diketahui terakhir bertemu di Beijing pada awal Februari lalu, yakni Olimpiade Musim Dingin. Pertemuan itu terjadi beberapa hari sebelum Putin melancarkan serangan militer di Ukraina.(CNBC/OL-11)

Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
PENELITI Center of Reform on Economics (CoRE), Eliza Mardian menyatakan bahwa niat pemerintah untuk menyetop impor bawang putih dalam 5 tahun mendatang kurang realistis.
LEDAKAN hebat di sebuah pabrik bioteknologi di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, menewaskan delapan orang dan kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja
Penggabungan potensi budaya Indonesia yang kaya dengan teknologi maju Tiongkok merupakan formula tepat untuk menembus pasar global.
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan penting dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Hyderabad House, New Delhi, pada Sabtu (25/1)
Banyak aspirasi dari kader PDIP kepada Megawati untuk kembali memimpin partai berlogo banteng itu.
Simbol-simbol kedekatan Megawati dan Prabowo perlu disertai dengan silaturahim serta komunikasi politik yang intens
Peneliti senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor berpendapat, tidak mudah bagi Megawati untuk memaafkan seseorang.
Silaturahim antara Megawati-Prabowo yang dapat membawa dampak positif bagi stabilitas politik
Megawati menyampaikan sejumlah pesan. Salah satunya ucapan terima kasih kepada Prabowo yang telah memulihkan nama baik Presiden Ke-1 RI Soekarno.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved