Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (6/9) menyalahkan krisis energi Eropa pada sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia atas invasi ke Ukraina. Ini pun pendapat yang diambil oleh Kremlin sendiri.
Erdogan mempertahankan hubungan kerja yang baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin ketika mencoba untuk tetap netral dalam konflik serta memasok Ukraina dengan senjata Turki dan pesawat tak berawak. Dia mengatakan kepada wartawan sebelum berangkat ke tiga negara melalui Balkan bahwa negara-negara Eropa memanen yang mereka tabur dengan memberlakukan pembatasan ekonomi di Rusia.
"Sikap Eropa terhadap Putin, sanksinya, membuat Putin--dengan sukarela atau tidak--sampai pada titik mengatakan, 'Jika Anda melakukan ini, saya akan melakukan itu,'" kata Erdogan. "Dia menggunakan segala cara dan senjatanya. Sayangnya, gas alam ialah salah satunya."
Komentar Erdogan menggemakan yang diungkapkan oleh Kremlin minggu ini. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin menyalahkan penghentian pengiriman gas Rusia ke Jerman melalui pipa Nord Stream pada sanksi yang dikenakan terhadap negaranya.
Baca juga: AS dan Sekutu Latihan Pengeboman di Timur Tengah
Rusia menyumbang hampir setengah dari pembelian gas alam Turki sendiri tahun lalu. Turki berjanji untuk secara perlahan beralih membayar impor Rusia dengan rubel pada pertemuan puncak antara Erdogan dan Putin di Sochi awal bulan ini.
Analis percaya kesepakatan itu akan memastikan bahwa Rusia akan terus memasok Turki dengan gas melalui pipa TurkStream yang berjalan di bawah Laut Hitam. Erdogan mengatakan dia tidak mengharapkan Turki mengalami kekurangan energi tahun ini.
"Saya pikir Eropa akan memiliki masalah serius musim dingin ini," kata Erdogan. "Kami tidak memiliki situasi seperti itu." Lonjakan harga energi global yang disebabkan oleh gangguan pasokan Rusia telah memicu krisis ekonomi di Turki yang menyebabkan inflasi tahunan melonjak hingga 80% dan nilai lira jatuh. (AFP/OL-14)
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Presiden memerintahkan agar segera dibentuk tim kajian untuk menganalisis persoalan pengelolaan air secara menyeluruh.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PEMERINTAH Amerika Serikat meminta negara-negara Eropa tidak bereaksi emosional terhadap rencana Presiden Donald Trump terkait Greenland.
Buntut ancaman Trump soal Greenland, Parlemen Eropa berencana menunda persetujuan kesepakatan tarif Juli lalu. Ancaman perang dagang kembali hantui pasar global.
USULAN Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump dimulai dengan kurang baik. Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menolak undangan menjadi anggota dewan tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved