Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Iran sedang mempertimbangkan rencana untuk membeli jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia. Hal ini disampaikan kepala Angkatan Udara Hamid Vahedi seperti dilaporkan oleh media lokal.
"Pembelian Sukhoi 35 dari Rusia sedang dipertimbangkan oleh Angkatan Udara Iran," kata Vahedi.
Keputusan itu terjadi setelah militer Amerika Serikat (AS) mengatakan Rusia mulai menerima drone tempur Iran untuk digunakan dalam perang Ukraina, dengan banyak dari mereka telah terbukti rusak.
Iran dan Rusia menjadi sasaran sanksi ketat AS. Iran menderitas sanksi setelah AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan dunia, dan Rusia sejak menginvasi Ukraina pada Februari.
Kedua negara telah menanggapi sanksi dengan meningkatkan kerja sama di bidang-bidang utama untuk membantu menopang ekonomi mereka.
Teheran dan Moskow telah bertahun-tahun dalam pembicaraan untuk pembelian jet Sukhoi 30, kesepakatan prospektif yang mendapat teguran keras dari Washington.
Tetapi Vahedi mengatakan pada hari Minggu bahwa pembelian Sukhoi 30-an tidak ada dalam agenda. "Kami berharap dapat memperoleh di masa depan yang disebut jet tempur Su-35 generasi keempat,” tambah Vahedi.
Pada 2007, kedua negara menandatangani kontrak untuk pembelian sistem anti-rudal S-300 Rusia, tetapi Moskow menangguhkan penjualan pada 2010 sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap program nuklir Iran.
Kesepakatan itu diletakkan di atas meja sekali lagi pada 2015, tak lama sebelum penandatanganan perjanjian nuklir Iran dengan kekuatan dunia.
Kementerian Pertahanan Iran kemudian mengkonfirmasi pada Mei 2016 bahwa republik Islam itu memiliki sistem S-300 yang strategis.
Pada 9 Agustus, Rusia meluncurkan satelit Iran ke orbit, dengan media AS memperingatkan bahwa Moskow dapat menggunakannya untuk meningkatkan pengawasan terhadap target militer di Ukraina - laporan yang kemudian ditolak Iran. (AFP/OL-12)
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan militer besar jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal. AS kirim kapal induk ke Timur Tengah.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved