Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA mengklaim pasukannya telah menggagalkan upaya Ukraina untuk merebut pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.
Rusia mengatakan upaya itu dilakukan dalam serangan yang dilancarkan oleh lebih dari 250 pasukan Angkatan Laut Ukraina yang berusaha mendarat di pinggiran danau dekat pabrik tersebut pada Jumat (2/9) malam.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya menggagalkan serangan itu dari helikopter militer dan jet tempur, hingga berhasil menghancurkan 20 kapal Ukraina dan menyebabkan yang lain berpencar dan membatalkan serangan.
"Meskipun perwakilan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) hadir di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, rezim Kiev sekali lagi berusaha untuk merebut pembangkit itu," kata kementerian itu pada Sabtu (3/9) seperti dilansir Kantor Berita Reuters.
Baca juga: Eropa Krisis Energi saat Musim Dingin Imbas Sanksi Balasan Rusia
Dalam beberapa bulan terakhir, Kiev dan Moskow saling menuduh mengenai serangan terhadap pembangkit listrik Zaporizhzhia yang merupakan stasiun energi nuklir terbesar di Eropa.
Pembangkit tersebut direbut oleh pasukan Rusia pada Maret, tetapi masih terhubung ke jaringan listrik Ukraina dan masih dioperasikan oleh staf Ukraina.
IAEA mengirim misi ke PLTN Zaporizhzhia minggu ini di tengah kekhawatiran eskalasi dapat memicu bencana nuklir seperti Chornobyl di Benua Eropa.
Baik Rusia dan Ukraina telah mengatakan situasinya serius dan risiko bencana nuklir tinggi.
Ukraina dan Barat mengatakan Rusia menggunakan Zaporizhzhia sebagai pangkalan senjata berat dalam upaya untuk mencegah Kiev menembaki lokasi itu.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada Jumat membantah Rusia memiliki senjata berat di atau dekat pembangkit listrik, dan menuduh Ukraina melakukan 'terorisme nuklir' melalui serangannya terhadap fasilitas tersebut. (Ant/OL-16)
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved