Sabtu 06 Agustus 2022, 05:30 WIB

Ini Latar Belakang Gerakan Non Blok dan Peranan Indonesia di Gerakan itu

Meilani Teniwut | Internasional
Ini Latar Belakang Gerakan Non Blok dan Peranan Indonesia di Gerakan itu

ANTARA/Rosa Panggabean
Pengunjung melihat sejumlah arsip foto KAA 1955 yang dipamerkan di Gedung Arsip Nasional, Jakarta pada 2016

 

GERAKAN Non-Blok atau Non-Aligned Movement merupakan suatu organisasi internasional yang terdiri dari 100 negara negara yang menganggap diri mereka tidak beraliansi dengan kekuatan besar apapun.

Pengertian Gerakan Non-Blok

Gerakan Non-Blok adalah perkumpulan dunia yang di dalamnya berisikan negara-negara yang tidak beraliansi atau berpihak kepada kekuatan besar apapun. Dengan kata lain, Gerakan Non-Blok (GNB) merupakan perkumpulan negara yang bersikap netral.

Pada awalnya, Gerakan Non-Blok (GNB) merupakan himpunan negara-negara yang baru merdeka atau negara berkembang yang tidak memihak kepada salah satu blok era perang dingin. 

Baca juga: Puan: Potensi Kekuatan Non-Blok Bisa Wujudkan Kemerdekaan Palestina

Negara-negara yang digolongkan baru merdeka itu meliputi semua negara yang terbebas dari penjajahan seiring dengan berakhirnya Perang Dunia II pada 1945. 

Sebelum berhasil mendeklarasikan GNB, para pemimpin negara berkembang mengadakan empat kali pertemuan untuk membentuk prinsip dasar gerakan. Salah satunya menghasilkan Dasa Sila Bandung dalam Konferensi Asia Afrika atau KAA di Bandung. 

Selanjutnya, pada Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT I di Yugoslavia, 1 - 6 September 1961, dideklarasikan secara resmi berdirinya GNB. Deklarasi itu ditandatangani 25 kepala negara yang hadir dalam KTT tersebut.

Siapa pendiri Gerakan Non Blok?

Terdapat lima tokoh pendiri Gerakan Non-Blok, mereka adalah Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, Presiden Indonesia Soekarno, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito, dan Presiden Ghana Kwame Nkrumah. 

Pembentukan Gerakan Non-Blok dilatarbelakangi oleh situasi setelah Perang Dunia II, saat terjadi Perang Dingin antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet. 

Dua kubu tersebut saling berebut pengaruh dan yang menjadi sasaran adalah negara-negara berkembang yang baru saja merdeka, seperti Indonesia dan India. 

Kondisi inilah yang kemudian membuat Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India saat itu, dan beberapa pemimpin negara lainnya mencetuskan Gerakan Non-Blok (GNB).

Negara Non-Blok

  1. Yugoslavia
  2. Mesir 
  3. Zambia
  4. Aljazair
  5. Sri Lanka
  6. Kuba 
  7. India 
  8. Zimbabwe
  9. Indonesia
  10. Kolombia
  11. Afrika Selatan 
  12. Malaysia.

Tujuan gerakan Non-Blok

Tujuan utama dari GNB yaitu mendukung hak untuk menetukan nasib sendiri, kemerdekaan nasional, kedaulatan, dan integritas nasional negara anggota. 

Selain itu, ada juga beberapa tujuan Gerakan Non Blok lainnya, seperti: 

  1. Penentangan terhadap apartheid. 
  2. Tidak memihak pada paka militer multilateral. 
  3. Berjuang untuk menetang segala bentuk dan manifestasi imperialisme. 
  4. Perjuangan menentang kolonialisme, neo kolonialisme, rasisme, pendudukan, dan dominasi asing. 
  5. Pelucutan senjata. 
  6. Tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan hidup berdampingan dengan damai. 
  7. Menolak penggunaan atau ancaman kekuatan dalam hubungan internasional. 
  8. Pembangunan ekonomi – sosial dan restrukturisasi sistem perekonomian internasional. 
  9. Kerja sama internasional berdasarkan persamaan hak.

Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok

Indonesia memiliki peran strategis dalam lahirnya Gerakan Non-Blok. Apa saja peran Indonesia dalam GNB? 

1. Sebagai Pelopor Gerakan Non Blok 

Indonesia turut andil dalam berdirinya gerakan ini. Bahkan Presiden Soekarno merupakan tokoh pendiri GNB bersama tokoh dunia lainnya.

2. Menjadi Tuan Rumah KAA dan KTT 

Konferensi Asia – Afrika (KAA) merupakan cikal bakal lahirnya GNB. Pada saat itu, KAA dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat. Di waktu itu, ada beberapa negara yang memilih untuk memihak dua blok dan menyatakan keinginannya untuk bersikap netral. 

Selain KAA, Indonesia juga pernah menjadi tuan rumah KTT GNB ke-X yang diadakan di Jakarta, 1 – 6 September 1992.

3. Memimpin GNB 

Tidak hanya menjadi tuan rumah, Indonesia juga pernah menjadi pemimpin GNB. Pada saat KTT GNB ke-10, Presiden Soeharto ditunjuk sebagai Ketua Gerakan Non-Blok.
 
4. Berprinsip Sama Seperti GNB 

Semenjak merdeka, Indonesia menentang beragam kerjahatan internasional, terutama penjajahan. Perdamaian ini dijunjung dan diaplikasikan dalam politik luar negeri bebas aktif. Politik tersebut ternyata sejalan dengan prinsip Gerakan Non-Blok. (OL-1)

Baca Juga

AFP

Utusan PBB Minta Junta Myanmar Bebaskan Tapol

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 14:48 WIB
Utusan PBB untuk Myanmar Noeleen Heyzer meminta pejabat penguasa junta Myanmar Hlaing untuk memberlakukan moratorium eksekusi dan...
Dok. SIF

Konsisten Perkuat Hubungan Singapura-Indonesia, SIF Raih Adinata Award

👤Indrastuti 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 14:44 WIB
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk perayaan kemitraan jangka panjang SIF bersama Indonesia sejak...
AFP

Disanksi Tiongkok, Taiwan Merapat ke AS

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 14:02 WIB
Amerika Serikat (AS) dan Taiwan mengumumkan peningkatan kerja sama perdagangan. Kesepakatan itu terjadi setelah Tiongkok menjatuhkan sanksi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya