Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INTERNET sudah tidak menjadi istilah yang asing lagi bagi telinga masyarakat modern. Hal ini karena hampir segala aspek kehidupan saat ini memiliki hubungan yang kuat pada internet. Jaringan ini juga terbukti sangat bermanfaat untuk menghubungkan banyak orang dari berbagai wilayah tanpa batas, mulai dari lintas kota, provinsi, negara, bahkan lintas benua.
Lalu sejak kapan masyarakat Indonesia menikmati layanan jaringan internet yang mengenalkan dunia maya tersebut? Berikut penjelasannya.
Sejarah internet pertama kali dimulai pada 1960-an. Bermula dengan terciptanya Arpanet atau Advanced Research Projects Agency Network.
Uniknya, dahulu internet hanya digunakan untuk kepentingan militer. Seiring berjalannya waktu, publik dapat menggunakan internet.
Awal kemunculan internet pada 1969. Saat itu internet hanyalah jaringan komputer yang dibuat oleh ARPA. ARPA merupakan bagian dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Proyek tersebut diberi nama Arpanet.
Proyek tersebut mendapatkan hasil temuan tentang cara perangkat lunak (software) komputer yang berbasis UNIX dapat berpadu padan dengan perangkat keras (hardware). Karenanya, para pengembangnya mulai menyadari bahwa hal tersebut dapat membantu manusia untuk berkomunikasi jarak jauh melalui saluran telepon.
Setelah itu, pada 1986 sistem nama domain mulai diperkenalkan kepada masyarakat atau yang saat ini kita kenal dengan istilah DNS alias Domain Name System. DNS berfungsi menyamakan sistem pemberian nama alamat yang ada pada jaringan komputer.
Mulai 1990, Arpanet dibubarkan tetapi internet terus berkembang sampai sekarang. Lalu di 1993, menjadi momentum internet mulai dikenal oleh kalangan masyarakat ditandai dengan kemunculan pilihan website.
Pada 1994, internet mulai masuk ke Indonesia dan digunakan oleh masyarakat. Saat itu, IndoNet menjadi ISP komersial pertama di Indonesia yang menjadi cikal bakal kemunculan jasa akses internet lain di Indonesia.
Menurut Onno W. Purbo dalam bukunya tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi, sejarah internet di Indonesia pada awalnya dimulai sekitar 1990-an. Pada saat itu, internet lebih banyak diketahui sebagai Paguyuban Network.
Beberapa nama yang memiliki jasa besar terhadap pembangunan internet di Indonesia, antara lain yaitu M. Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan tentunya Onno W. Purbo. Periode pembangunan jaringan internet di Indonesia terjadi sekitar tahun 1992 hingga 1994. Setiap tokoh tersebut hampir memberikan sumbangsihnya melalui keahlian dan dedikasinya dalam membangun jaringan komputer dan internet di Indonesia.
Internet lambat laun mulai mengalami perkembangan yang cukup baik. Berkat jasa dari beberapa nama sebelumnya, layanan ISP pertama di Indonesia diluncurkan dengan nama Ipteknet pada 1994. Pada tahun yang sama, PT IndoInternet atau IndoNet yang dipimpin secara paruh waktu oleh Sanjaya berhasil berdiri dan beroperasi.
IndoNet sendiri sebenarnya ISP komersial pertama yang dimiliki oleh Indonesia. Pada awalnya, IndoNet memanfaatkan lisensi dari PT Lintas Arta. Pada saat itu, sambungan awal ke internet dari IndoNet dilakukan dengan memakai metode dial-up. (OL-14)
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Sutradara Aldo Swastia menyebut tidak ada patokan pasti dalam menentukan batas antara fakta dan fiksi yang harus dikembangkan terutama dalam film bertema sejarah atau kepahlawanan.
Penilaian terhadap Pak Harto harus dilakukan dengan pendekatan akademik yang berimbang,
Di 2020, Sumardiansyah menolak keras kebijakan Kemendikbudristek yang ingin menjadikan sejarah sebagai mata pelajaran pilihan di SMA dan menghapuskannya di SMK.
Koleksi bersejarah ini terdiri dari sekitar 28.000 artefak fosil yang ditemukan Eugène Dubois di Trinil pada 1891–1892.
Banyak wilayah di Bali yang membutuhkan akses internet stabil, terutama daerah yang secara geografis terisolasi.
Tanpa dukungan WiFi yang andal, pelaku usaha berisiko menghadapi gangguan operasional yang berujung pada hilangnya peluang penjualan.
Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur digital di wilayah Indonesia timur mencapai tonggak baru dengan beroperasinya Community Gateway pertama di Indonesia.
Pemerintah Rusia memblokir Snapchat dan membatasi FaceTime dengan alasan keamanan nasional.
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Nama domain tingkat tinggi geografis telah menjadi symbol identitas daerah dan sarana memperkuat posisi suatu wilayah di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved