Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya Indonesia menemukan kembali identitas kebangsaannya melalui dialektika kebudayaan yang selama ini membentuk sejarah bangsa.
Berbicara dalam forum GREAT Lecture bertajuk Polemik Kebudayaan Manusia Indonesia: Dunia Baru dan Kebudayaan Baru di Jakarta, Kamis (14/8), Fadli menilai sejarah perdebatan intelektual Indonesia, dari polemik kebudayaan 1930-an antara Sutan Takdir Alisjahbana dan Sanusi Pane hingga pertarungan ideologis antara Manifes Kebudayaan dan Lekra pada 1960-an, adalah warisan intelektual penting.
“Yang utama bukan menang atau kalah, melainkan pergulatan pemikiran itu sendiri. Harus ada reinventing Indonesia’s identity, penemuan ulang jati diri Indonesia,” tegasnya.
Fadli menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang menurutnya tak tertandingi. Ia menyebut telah mengunjungi 101 negara, namun tak menemukan negara lain dengan keragaman budaya sebanding. Indonesia tercatat memiliki 2.213 warisan budaya tak benda, meski baru 16 yang diakui UNESCO mulai dari wayang, batik, keris, hingga jamu dan reog.
Ia juga mengingatkan amanat Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 yang menegaskan peran negara dalam memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia, serta pentingnya menjaga kebebasan masyarakat dalam mengembangkan budaya.
“Budaya kita sangat tua, tapi kini narasinya dibungkam. Padahal, peradaban kita sudah lebih dulu global,” ujarnya, mengacu pada temuan arkeologis seperti Homo erectus berusia 1,8 juta tahun dan lukisan gua tertua di dunia dari Muna dan Maros. “Kita ini melting pot sejak dulu. Nusantara bukan tujuan, tapi titik keberangkatan globalisasi.”
Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan menambahkan bahwa elite politik harus memahami budaya lokal di wilayahnya. Ia menyayangkan minimnya diskusi budaya di ruang publik, terutama di media. “Kalau pembicaraan budaya berhenti, kita bisa kehilangan nilai keadaban,” ujarnya, menyoroti kegagalan struktur negara memahami kultur masyarakat.
Sosiolog, Okky Madasari menekankan pentingnya menengok wajah generasi muda Indonesia yang kini kosmopolitan, kreatif, dan kritis. “Mereka bukan hanya pengguna budaya global, tapi juga penantangnya,” katanya. Ia mendukung penulisan ulang sejarah Indonesia, namun menegaskan bahwa proses itu harus melibatkan publik, akademisi, dan sastrawan, bukan dimonopoli pemerintah.
“Yang paling penting adalah kebebasan berbicara dan berkebudayaan. Jangan ada pembungkaman. Jangan ada narasi tunggal,” tegas Okky.
Sementara itu, peneliti GREAT Institute Hanief Adrian memperkuat pernyataan Fadli dengan menyebut kejayaan masa lalu seperti Sriwijaya dikenal sebagai Zabazh di Afrika yang memperkenalkan budaya emas dari Sumatra ke Afrika, lalu ke Eropa dan Arab.
“Kita perlu keberanian untuk mengklaim sejarah kita sendiri. Jika tidak, orang lain yang akan menulisnya, dan kita hanya akan jadi objek,” tandasnya. (Cah/P-3)
Fadli Zon menegaskan bahwa penetapan ini merupakan wujud tanggung jawab negara dalam menjaga warisan masa lalu sekaligus memastikan keberlanjutannya sebagai ruang budaya yang aktif.
Menbud Fadli Zon resmi menunjuk KGPA Tedjowulan sebagai pelaksana cagar budaya Keraton Solo meski diprotes GKR Timoer Rumbai.
Pengangkatan KGPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta diprotes.
MENTERI Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan alasan menyerahkan surat keputusan atau SK pengangkatan Kanjeng Gusti Panembahan Agung ( KGPA ) Tedjowulan di Keraton Solo
Ada protes penolakan saat Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan surat keputusan atau SK untuk pengangkatan Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan di Keraton Solo
Fadli Zon menilai, pemetaan sumber daya manusia (SDM) yang objektif sangat krusial agar pengembangan kebudayaan nasional memiliki landasan kebijakan yang kuat dan tepat sasaran.
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Sutradara Aldo Swastia menyebut tidak ada patokan pasti dalam menentukan batas antara fakta dan fiksi yang harus dikembangkan terutama dalam film bertema sejarah atau kepahlawanan.
Penilaian terhadap Pak Harto harus dilakukan dengan pendekatan akademik yang berimbang,
Di 2020, Sumardiansyah menolak keras kebijakan Kemendikbudristek yang ingin menjadikan sejarah sebagai mata pelajaran pilihan di SMA dan menghapuskannya di SMK.
Koleksi bersejarah ini terdiri dari sekitar 28.000 artefak fosil yang ditemukan Eugène Dubois di Trinil pada 1891–1892.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved