Rabu 03 Agustus 2022, 11:56 WIB

Ini Rudal yang Diduga Digunakan AS untuk Membunuh Pemimpin Al-Qaeda

Basuki Eka Purnama | Internasional
Ini Rudal yang Diduga Digunakan AS untuk Membunuh Pemimpin Al-Qaeda

AFP
Rudal Hellfire yang digunakan AS untuk membunuh pemimpin Al-Qaeda Ayman Al Zawahiri

 

DUA rudal Hellfire yang diluncurkan dari pesawat nirawak Amerika Serikat (AS) yang menewaskan pemimpin Al-Qaeda Ayman Al Zawahiri, akhir pekan lalu, diduga merupakan versi modifikasi.

Rudal tersebut mengenai Zawahiri saat dia berdiri di balkon rumahnya di pusat kota Kabul, Afghanistan, dan seorang pejabat senior AS mengatakan tidak ada orang lain yang tewas atau terluka.

Rudal Hellfire, sebagian besar buatan Lockheed Martin, adalah peluru kendali udara-ke-darat berpresisi tinggi yang biasanya menyebabkan kerusakan besar.

Baca juga: Biden Umumkan AS Berhasil Tewaskan Pemimpin Al-Qaeda di Afghanistan

Hantamannya mampu meruntuhkan gedung dan membunuh atau melukai orang-orang di dekatnya.

Foto-foto tentang serangan itu di media sosial memperlihatkan ciri khas Hellfire modifikasi bernama R9X, yang memiliki enam pisau untuk melukai sasaran, menurut beberapa sumber yang memahami senjata itu.

R9X terutama digunakan untuk menyerang target-target individu, seperti anggota milisi di Suriah.

Foto-foto tersebut menunjukkan jendela yang hancur di lantai dua sementara struktur bangunan rumah itu tetap utuh meski dihantam rudal Hellfire.

Rudal Hellfire dimiliki lebih dari 29 entitas, tetapi sangat sedikit yang diketahui publik tentang versi modifikasinya.

Sejumlah pejabat meyakini R9X sangat kecil kemungkinan menimbulkan korban di kalangan warga sipil karena rudal itu tidak menimbulkan ledakan, tetapi hanya menyerang target dengan pisau-pisau tajam.

Rudal Hellfire diketahui hanya diluncurkan dari pesawat nirawak buatan General Atomics, seperti MQ-9 Reaper dan MQ-1C Gray Eagle.

Beberapa pejabat AS mengatakan CIA bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, badan intelijen tersebut menolak berkomentar.

Saat ditanya tentang R9X, juru bicara Departemen Pertahanan AS meminta agar pertanyaan itu ditujukan ke Komando Operasi Khusus AS, pembeli utama rudal tersebut.

Juru bicara Komando Operasi Khusus menolak berkomentar tentang spesifikasi R9X, tetapi mengatakan bahwa senjata itu termasuk 'dalam inventaris amunisi' mereka. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP/ANGELA WEISS

Didakwa Lakukan Upaya Pembunuhan, Penusuk Rushdie Mengaku tidak Bersalah

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 08:15 WIB
Hadi Matar menusuk Rushdie berulang kali di leher dan perut sehingga penulis Inggris itu berada dalam kondisi...
AFP/Abbas Momani.

Pasukan Israel Gerebek Kantor Kelompok HAM Palestina yang Dicap Teroris

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 22:23 WIB
Pasukan keamanan Israel pada Kamis (18/8) menggerebek kantor beberapa kelompok hak asasi manusia (HAM) Palestina di Tepi Barat yang...
AFP/Mahmud Hams.

Pasukan Israel Bunuh Warga Palestina dalam Bentrokan Tepi Barat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 22:12 WIB
Seorang warga Palestina yang ditembak oleh pasukan Israel selama bentrokan di dekat tempat suci titik nyala di Tepi Barat yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya