Selasa 28 Juni 2022, 11:40 WIB

Perdamaian di Ukraina Jadi Misi Utama Presiden Jokowi

Andhika Prasetyo | Internasional
Perdamaian di Ukraina Jadi Misi Utama Presiden Jokowi

Antara
Presiden Jokowi dan PM India Narendra Modi saat berada di helikopter militer.

 

PADA semua sesi pertemuan bilateral di sela-sela KTT G7 di Elmau, Jerman, isu terkait perang antara Rusia dan Ukraina menjadi topik yang selalu dikedepankan Presiden Joko Widodo.

Menurut Jokowi, sapaan akrabnya, konflik tersebut tidak hanya membawa kesengsaraan bagi rakyat di dua negara yang terlibat, namun juga masyarakat di seluruh dunia.

Salah satu dampak paling nyata yang dirasakan akibat perang adalah rusaknya rantai pasok pangan global, terutama yang melibatkan Rusia dan Ukraina. Kedua negara tersebut merupakan produsen sekaligus penyuplai gandum utama di dunia.

Baca juga: AS Ajak Sekutunya Bersama-sama Melawan Rusia

Rusia juga dikenal sebagai salah satu pemain terbesar dalam industri pupuk global. “Kita harus segera bertindak mencari solusi konkret. Produksi pangan harus ditingkatkan. Rantai pasok pangan dan pupuk global harus kembali normal,” ujar Jokowi di Elmau.

Jika pertikaian terus berlanjut dan krisis pangan tidak bisa teratasi, ratusan juta penduduk dunia, terutama di negara miskin dan berkembang, akan jatuh ke jurang kelaparan dan kemiskinan ekstrem.

"Ada 323 juta orang di 2022 ini, menurut World Food Programme, yang terancam menghadapi kerawanan pangan akut. G7 dan G20 memiliki tanggung jawab besar untuk atasi krisis pangan. Mari kita tunaikan tanggung jawab kita,” tegas Kepala Negara.

Baca juga: Presiden: Perundingan ICA-CEPA Harus Segera Selesai

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa Presiden Jokowi telah melakukan sembilan pertemuan bilateral. Rinciannya, dengan PM India, Presiden Perancis, PM Kanada, kanselir Jerman, PM Inggris, PM Jepang, Presiden Komisi Eropa, Presiden Dewan Eropa dan manajemen karakter IMF.

Retno memastikan dalam semua pertemuan, Kepala Negara betul-betul menaruh perhatian besar terhadap konflik di kawasan Eropa Timur. Jokowi berharap para pemimpin negara dan organisasi internasional memiliki semangat yang sama.

"Presiden menekankan bahwa waktu kita tidak panjang untuk menyelesaikan gangguan rantai pasok pangan, yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga pangan maupun pupuk. Jika dunia tidak bersatu, yang paling merasakan dampaknya miliaran penduduk negara berkembang," pungkas Retno.(OL-11)

 

Baca Juga

AFP/YONHAP

Seoul Dilanda Banjir, 8 Orang Meninggal dan 6 Hilang

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 09:30 WIB
Curah hujan di Distrik Dongjak mencapai 141.5 mm/jam. Hujan lebat sudah sewajarnya terjadi di musim panas, tapi ini yang terparah di Seoul...
STRINGER / AFP

Ukraina Bantah Sabotase Pangkalan Udara Rusia di Krimea

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 08:51 WIB
Rusia memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Krimea akan memicu pembalasan besar-besaran dari militer...
Ist/DPR

BKSAP Desak Dewan Keamanan PBB Bentuk Pasukan Perdamaian untuk Palestina

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 07:43 WIB
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengutuk keras serangan terbaru Israel kepada warga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya