Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengajak sekutunya harus supaya bersama melawan Rusia dalam pertemuan pemimpin G7, pada Minggu (27/6). Pada awal pertemuan di Pegunungan Alpen Bavaria, empat dari negara-negara kaya kelompok itu melarang impor emas Rusia untuk memperketat sanksi atas invasi ke Ukraina.
Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan masalah itu perlu ditangani dengan hati-hati dan didiskusikan lebih lanjut. Inggris, AS, Jepang dan Kanada menyetujui larangan impor emas baru Rusia, kata pemerintah Inggris.
Inggris mengatakan larangan itu ditujukan untuk orang kaya Rusia yang telah membeli safe-haven bullion untuk mengurangi dampak finansial dari sanksi Barat. Ekspor emas Rusia senilai USD15,5 miliar tahun lalu.
Para pemimpin G7 di Inggris, Prancis, AS, Jerman, Jepang, Italia, dan Kanada, juga melakukan pembicaraan sangat konstruktif tentang kemungkinan pembatasan harga minyak Rusia, kata sumber pemerintah Jerman. Seorang pejabat kepresidenan Prancis mengatakan Paris akan mendorong pembatasan harga minyak dan gas dan terbuka untuk membahas proposal AS.
Para pemimpin G7 memang menyepakati janji untuk mengumpulkan USD600 miliar dana swasta dan publik untuk negara-negara berkembang untuk melawan pengaruh Tiongkok yang semakin besar dan melunakkan dampak dari melonjaknya harga pangan dan energi.
Tuan rumah G7, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengundang Senegal, Argentina, Indonesia, India, dan Afrika Selatan sebagai negara mitra di KTT tersebut. Banyak negara di belahan dunia selatan mengkhawatirkan kerusakan tambahan dari sanksi Barat terhadap Rusia.
Oxfam dan kelompok kampanye lainnya mengatakan rasa sakit dari lonjakan harga pangan untuk negara-negara berkembang. Mereka ingin para pemimpin G7 mengenakan pajak atas keuntungan perusahaan yang berlebihan untuk membantu mereka yang terkena krisis pangan, membatalkan utang negara-negara termiskin dan untuk mendukung negara-negara berkembang dalam pertempuran mereka melawan krisis pangan dan perubahan iklim.
Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan negara-negara G7 akan mengesankan negara-negara mitra bahwa kenaikan harga pangan adalah hasil dari tindakan Rusia bukan sanksi Barat. Pejabat dari beberapa negara G7, termasuk Jerman dan Inggris, mendorong pengabaian sementara mandat biofuel untuk memerangi kenaikan harga pangan. Tetapi Jerman memperkirakan proposal itu gagal mendapatkan dukungan G7 karena ditentang AS dan Kanada.
Kesatuan G7 Diuji
Negara-negara Barat bersatu dengan Kyiv ketika Rusia menginvasi Ukraina pada Februari, tetapi lebih dari empat bulan perang, persatuan itu sedang diuji ketika inflasi yang melonjak dan kekurangan energi pulih kembali pada warga mereka sendiri.
Pada awal pertemuan bilateral, Biden berterima kasih kepada Scholz karena menunjukkan kepemimpinan di Ukraina dan mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah gagal menghancurkan persatuan mereka.
"Putin telah mengandalkannya sejak awal bahwa entah bagaimana NATO dan G7 akan terpecah. Tapi kami belum melakukannya dan kami tidak akan melakukannya," kata Biden.
KTT memberikan kesempatan bagi Scholz untuk menunjukkan kepemimpinan yang lebih tegas dalam krisis Ukraina. Dia bersumpah akan melakukan revolusi dalam kebijakan luar negeri dan pertahanan Jerman setelah invasi Rusia pada Februari, tetapi para kritikus sejak itu menuduhnya menyeret kakinya.
Ketika rudal menghantam ibukota Ukraina Kyiv pada hari Minggu, menghantam sebuah blok apartemen dan taman kanak-kanak, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan G7 harus merespons dengan lebih banyak tekanan dan sanksi yang lebih keras terhadap Rusia.
Biden menyebut serangan itu sebagai tindakan barbarisme. Para pemimpin G7 juga diharapkan untuk membahas opsi untuk mengatasi kenaikan harga energi dan mengganti impor minyak dan gas Rusia, serta sanksi lebih lanjut yang tidak memperburuk krisis biaya hidup yang mempengaruhi populasi mereka sendiri.
Melonjaknya harga energi dan pangan global memukul pertumbuhan ekonomi setelah konflik di Ukraina, dengan peringatan PBB tentang krisis kelaparan global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perubahan iklim juga diatur dalam agenda G7. (France24/OL-13)
Baca Juga: Hari Ini, Siswa SD dan SMP di Beijing Mulai Sekolah Tatap Muka
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai Rusia tidak menunjukkan itikad untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.
Kecemasan akan aksi militer sudah berbulan-bulan menghantui warga Venezuela sejak Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengerahkan armada laut besar ke Karibia.
Peta diplomasi penyelesaian konflik Ukraina-Rusia semakin rumit, dengan Eropa ingin terlibat, Amerika Serikat ingin memimpin, dan Rusia mencari legitimasi.
Protes yang diselenggarakan oleh partai Sahra Wagenknecht Alliance Reason and Justice (BSW) tersebut berlangsung di Gerbang Brandenburg.
Peimpin Korea Utara, Kim Jong Un, serukan percepatan perluasan kemampuan senjata nuklir di negaranya.
Kepala Negara mengingatkan bahwa meskipun Indonesia tidak menyukai perang, realitas menunjukkan konflik bersenjata terjadi di berbagai belahan dunia.
Kirsty Coventry, salah satu petinggi IOC, menekankan pentingnya mengembalikan olahraga ke khitahnya sebagai ruang netral yang tidak terjamah oleh kepentingan politik praktis.
Rusia kecam pembunuhan Seif al-Islam Khadafi. Kematian putra Muammar Khadafi ini dinilai mengancam rekonsiliasi dan stabilitas politik di Libia.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
Tren positif Janice yang dimulai sejak Australia Terbuka kembali terlihat dalam laga berdurasi panjang tersebut.
Update Perang Ukraina Hari 1.437: Rusia-Ukraina jeda serang energi atas saran Trump. Sementara, Rusia klaim kuasai wilayah baru & Zelenskyy tantang Putin ke Kyiv.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved