Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Selasa (14/6), mengatakan negara-negara Barat harus mengirim lebih banyak persenjataan berat ke Ukraina untuk melawan kemajuan Rusia di timur negara itu.
"Ya, Ukraina seharusnya memiliki lebih banyak senjata berat," kata Stoltenberg dalam konferensi pers di Den Haag setelah bertemu dengan para pemimpin tujuh sekutu NATO Eropa.
Stoltenberg mengatakan NATO sudah meningkatkan pengiriman dan para pejabat akan bertemu di Brussels pada Rabu (15/6) untuk mengoordinasikan dukungan lebih lanjut termasuk persenjataan berat.
Baca juga: Ukraina Mengemis Senjata, Menhan Negara-Negara Barat Akan Gelar Pertemuan
"Karena mereka sangat bergantung pada itu untuk dapat melawan invasi Rusia yang brutal," kata Stoltenberg.
Ukraina telah berulang kali meminta senjata berat dari Barat, mengkritik beberapa pemimpin Eropa karena gagal mengirimkan senjata, yang menurut Kyiv, perlu untuk mendorong kembali pasukan Moskow.
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menjamu Stoltenberg dan para pemimpin Polandia, Rumania, Latvia, Portugal, dan Belgia menjelang KTT NATO yang genting di Madrid, pada akhir Juni.
Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki menyesalkan Barat tidak berbuat cukup untuk mendukung Ukraina.
"Kami belum berbuat cukup untuk membela Ukraina, untuk mendukung rakyat Ukraina, untuk mendukung kebebasan dan kedaulatan mereka," katanya pada konferensi pers.
"Dan inilah mengapa saya mendesak Anda, saya meminta Anda untuk berbuat lebih banyak untuk mengirimkan senjata, artileri ke Ukraina. Mereka membutuhkan ini untuk mempertahankan negara mereka," jelasnya.
Negara-negara Barat, tambahnya, tidak akan memiliki kredibilitas jika Ukraina kalah melawan Rusia.
"Ini akan menjadi kegagalan total dan bencana bagi Uni Eropa, nilai-nilai kami dan NATO," kata Morawiecki. (AFP/OL-1)
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved