Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDUDUKAN Israel dan diskriminasi terhadap warga Palestina adalah penyebab utama dari siklus kekerasan yang tak berkesudahan. Hal itu disampaikan penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (8/6).
Sebuah tim penyelidik tingkat tinggi, yang ditunjuk tahun lalu oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk menyelidiki semua akar penyebab yang mendasari dalam konflik selama beberapa dekade, menuding Israel dengan tepat.
"Mengakhiri pendudukan tanah oleh Israel tetap penting dalam mengakhiri siklus kekerasan yang terus-menerus," kata mereka dalam sebuah laporan, yang mengecam banyak bukti bahwa Israel tidak berniat melakukannya.
Baca juga : BKSAP DPR RI Desak PBB Sikapi Kekerasan di Al-Aqsa
Laporan setebal 18 halaman itu terutama berfokus pada evaluasi garis panjang investigasi, laporan dan keputusan PBB di masa lalu tentang situasi tersebut dan bagaimana serta jika temuan itu diimplementasikan.
"Rekomendasi-rekomendasi dalam laporan-laporan sebelumnya sangat ditujukan kepada Israel," kata pemimpin penyelidik Navi Pillay, yang juga mantan kepala hak asasi PBB dari Afrika Selatan, dalam sebuah pernyataan.
Itu, katanya, adalah indikator dari sifat konflik yang asimetris dan realitas satu negara menduduki yang lain. Para penyelidik, sambungnya, juga memutuskan bahwa rekomendasi tersebut sama sekali tidak dilaksanakan.
Baca juga : Tidak Mudah Bagi Israel Ratakan Gaza
"Kurangnya implementasi ini ditambah dengan rasa impunitas, bukti jelas bahwa Israel tidak berniat mengakhiri pendudukan, dan diskriminasi terus-menerus terhadap warga Palestina yang terletak di jantung pengulangan sistematis pelanggaran di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur, dan Israel," tuturnya
Menanggapi itu, Kementerian Luar Negeri Israel pun mengecam seluruh penyelidikan sebagai "perburuan penyihir". Laporan itu, katanya, sepihak dan dinodai dengan kebencian terhadap Israel dan berdasarkan serangkaian panjang laporan sepihak dan bias sebelumnya.
"Itu telah diterbitkan sebagai hasil dari bias ekstrim anti-Israel oleh Dewan Hak Asasi Manusia," katanya. (AFP/Nur/OL-09)
SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres menyesalkan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menewaskan Pimpinan tertingi Iran Ali Khamenei. membuat negosiasi nuklir sia-sia
Melania Trump akan mencetak sejarah sebagai Ibu Negara AS pertama yang memimpin sidang Dewan Keamanan PBB di New York, Maret 2026.
Kehadiran Melania Trump di kursi pimpinan merupakan bagian dari hak AS yang tengah memegang Presidensi Dewan Keamanan PBB.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB menyatakan harapan adanya deeskalasi menjelang putaran perundingan nuklir lanjutan antara Amerika Serikat - Iran di Jenewa, Swis.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
ALIANSI Penyelenggara Haji dan Umrah Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) menyatakan belum ada keputusan resmi penundaan keberangkatan jamaah umrah setelah konflik di Timur Tengah antara Iran, AS
PERDANA Menteri Libanon, Nawaf Salam, mengecam serangan roket yang diluncurkan dari wilayah selatan negaranya.
Dunia Arab kerap dipersepsikan secara simplistis sebagai kawasan yang identik dengan konflik dan instabilitas.
Pemerintah Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Militer Israel memobilisasi 100.000 tentara cadangan dalam Operasi “Roaring Lion” terhadap Iran. Serangan di Gaza menewaskan warga dan melukai puluhan lainnya.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan setuju dengan AS soal program nuklir Iran, namun peringatkan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved