Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDUDUKAN Israel dan diskriminasi terhadap warga Palestina adalah penyebab utama dari siklus kekerasan yang tak berkesudahan. Hal itu disampaikan penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (8/6).
Sebuah tim penyelidik tingkat tinggi, yang ditunjuk tahun lalu oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk menyelidiki semua akar penyebab yang mendasari dalam konflik selama beberapa dekade, menuding Israel dengan tepat.
"Mengakhiri pendudukan tanah oleh Israel tetap penting dalam mengakhiri siklus kekerasan yang terus-menerus," kata mereka dalam sebuah laporan, yang mengecam banyak bukti bahwa Israel tidak berniat melakukannya.
Baca juga : BKSAP DPR RI Desak PBB Sikapi Kekerasan di Al-Aqsa
Laporan setebal 18 halaman itu terutama berfokus pada evaluasi garis panjang investigasi, laporan dan keputusan PBB di masa lalu tentang situasi tersebut dan bagaimana serta jika temuan itu diimplementasikan.
"Rekomendasi-rekomendasi dalam laporan-laporan sebelumnya sangat ditujukan kepada Israel," kata pemimpin penyelidik Navi Pillay, yang juga mantan kepala hak asasi PBB dari Afrika Selatan, dalam sebuah pernyataan.
Itu, katanya, adalah indikator dari sifat konflik yang asimetris dan realitas satu negara menduduki yang lain. Para penyelidik, sambungnya, juga memutuskan bahwa rekomendasi tersebut sama sekali tidak dilaksanakan.
Baca juga : Tidak Mudah Bagi Israel Ratakan Gaza
"Kurangnya implementasi ini ditambah dengan rasa impunitas, bukti jelas bahwa Israel tidak berniat mengakhiri pendudukan, dan diskriminasi terus-menerus terhadap warga Palestina yang terletak di jantung pengulangan sistematis pelanggaran di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur, dan Israel," tuturnya
Menanggapi itu, Kementerian Luar Negeri Israel pun mengecam seluruh penyelidikan sebagai "perburuan penyihir". Laporan itu, katanya, sepihak dan dinodai dengan kebencian terhadap Israel dan berdasarkan serangkaian panjang laporan sepihak dan bias sebelumnya.
"Itu telah diterbitkan sebagai hasil dari bias ekstrim anti-Israel oleh Dewan Hak Asasi Manusia," katanya. (AFP/Nur/OL-09)
Program undian ini mendapat respons positif dari masyarakat.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Para delegasi SMA Labschool Jakarta berkunjung dan diterima oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo di kantor KBRI Indonesia di Washington DC.
PBB menutup 2025 dengan tunggakan kontribusi mencapai US$1,6 miliar (Rp26 triliun).
PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya membentuk PBB baru melalui peluncuran Dewan Perdamaian.
PETA geopolitik dunia kembali bergejolak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi meluncurkan forum internasional baru bernama Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
MENURUT dokumen FBI tahun 2020, Jeffrey Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan dilatih sebagai mata-mata di bawah arahannya.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu 'bernyanyi dan menari' untuk Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved