Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA NATO Jens Stoltenberg, Kamis (2/6), memperingatkan bahwa negara-negara Barat perlu bersiap menghadapi perang yang panjang di Ukraina.
"Kami hanya harus bersiap untuk jangka panjang," kata Sekretaris Jenderal NATO itu kepada wartawan. "Karena apa yang kita lihat adalah bahwa perang ini sekarang telah menjadi perang gesekan."
Stoltenberg mengatakan Ukraina membayar harga yang tinggi untuk membela negara mereka sendiri di medan perang.
"Tetapi kami juga melihat bahwa Rusia menelan banyak korban," katanya.
Baca juga: Zelensky Klaim Ukraina Kehilangan Hingga 100 Tentara Per Hari
Sambil menegaskan kembali bahwa NATO tidak ingin memasuki konfrontasi langsung dengan Rusia, Stoltenberg mengatakan aliansi militer Barat memiliki tanggung jawab untuk mendukung Ukraina.
"Sebagian besar perang - juga, kemungkinan besar perang ini - pada suatu tahap akan berakhir di meja perundingan, tetapi apa yang kita ketahui adalah bahwa apa yang terjadi di sekitar meja perundingan sangat terkait erat dengan situasi di lapangan, di medan perang," katanya.
Saat ditanya apakah Ukraina ditekan oleh Barat untuk menerima kehilangan wilayah untuk merundingkan perdamaian, Stoltenberg mengatakan, "Bukan kami yang memutuskan atau memiliki pendapat yang kuat tentang apa yang harus diterima atau tidak diterima Ukraina".
Sekjen NATO itu tidak akan mengomentari apakah aliansi tersebut sedang mendiskusikan pengawalan angkatan laut untuk mendapatkan ekspor gandum yang diblokir di Ukraina melalui blokade Rusia di pantai Ukraina, tetapi mengatakan dia menyambut baik upaya untuk menemukan solusi.
"Cara termudah untuk mendapatkan lebih banyak gandum dan mengurangi tekanan pada harga pangan adalah dengan Presiden Putin mengakhiri perang," katanya.
"Selama bukan itu masalahnya, saya menyambut baik upaya berbagai negara, termasuk sekutu NATO, juga berkoordinasi erat dengan PBB, untuk mencari cara untuk mendapatkan lebih banyak gandum," tuturnya. (AFP/OL-1)
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved