Sabtu 14 Mei 2022, 16:17 WIB

Ada Lebih dari 700 Ribu Pengungsi Ukraina di Jerman

Nur Aivanni | Internasional
Ada Lebih dari 700 Ribu Pengungsi Ukraina di Jerman

AFP
Pengungsi asal Ukraina ditampung di sebuah gedung olahraga di wilayah Munich, Jerman.

 

LEBIH dari 700.000 orang yang melarikan diri dari perang di Ukraina, mencari perlindungan di Jerman. Hal itu dilaporkan surat kabar Welt am Sonntag, yang mengutip data Kementerian Dalam Negeri.

Dilaporkan Welt, sejak dimulainya perang Rusia-Ukraina pada 24 Februari, sebanyak 727.205 orang telah tercatat di Germany's Central Register of Foreigners (AZR). Sekitar s93% di antaranya memiliki kewarganegaraan Ukraina. 

Adapun sebagian besar pengungsi mungkin telah melakukan perjalanan ke negara-negara Uni Eropa, atau kembali ke Ukraina. Lalu, sekitar 40% pengungsi Ukraina merupakan anak di bawah umur dan 81% pengungsi dewasa terdaftar merupakan perempuan.

Baca juga: Putin: Sanksi Lebih Merugikan Barat daripada Rusia

Invasi Rusia ke Ukraina telah memicu perpindahan masyarakat sipil secara besar-besaran. Diperkirakan lebih dari 8 juta warga Ukraina melarikan diri. Itu berdasarkan laporan terbaru Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Jumlah orang yang angkat kaki dari Ukraina sudah melampaui 6 juta. Bagaimanapun, itu merupakan krisis pengungsi terburuk di Eropa, sejak akhir Perang Dunia Kedua.(MalayMail/OL-11)

Baca Juga

Handout / OHCHR / AFP

Kepada Kepala HAM PBB, Xi Jinping Bela Kemajuan HAM Tiongkok

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 25 Mei 2022, 15:00 WIB
Amerika Serikat dan anggota parlemen di negara-negara Barat lainnya telah menyebutnya pemerintah Tiongkok melakukan 'genosida...
AFP/ JEFF KOWALSKY

Ford Motor Bayar Denda Terkait Iklan Berkonten Palsu

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 14:56 WIB
Ford Motor Co akan membayar US$19,2 juta atau Rp281 miliar untuk menyelesaikan tuduhan iklan palsu terkait penghematan bahan bakar dan...
Noel Celis / AFP

Covid-19 Tak Kunjung Reda, Beijing Mulai Jatuhkan Sanksi Termasuk Hukuman Penjara

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 14:36 WIB
Otoritas di ibu kota Tiongkok itu mulai menjatuhkan sanksi tegas, baik administratif maupun hukuman penjara terhadap berbagai pihak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya