Kamis 12 Mei 2022, 21:09 WIB

Putin: Sanksi Lebih Merugikan Barat daripada Rusia

Mediaindonesia.com | Internasional
Putin: Sanksi Lebih Merugikan Barat daripada Rusia

AFP/Mikhail Metzel/Sputnik.
Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan tentang masalah ekonomi melalui tautan video di Moskow pada 12 Mei 2022.

 

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negara-negara Barat terkena dampak lebih buruk atas sanksi yang dijatuhkan kepada negerinya. Dia menegaskan pihaknya tangguh dalam menghadapi tantangan eksternal.

Negara-negara Barat telah menampar Rusia dengan rentetan sanksi yang belum pernah terjadi setelah Putin mengirim pasukan ke negara tetangga Ukraina pada 24 Februari. Pemerintah Barat, "Dipandu oleh ambisi politik yang picik dan dibesar-besarkan dan oleh Russophobia, memberikan pukulan yang jauh lebih keras terhadap kepentingan nasional mereka sendiri, ekonomi mereka sendiri, dan kesejahteraan warga mereka sendiri," kata Putin dalam pertemuan pemerintahannya, Kamis (12/5).

"Kami melihatnya terutama dengan melihat kenaikan tajam inflasi di Eropa yang mendekati 20% di beberapa negara," katanya dalam sambutan yang disiarkan televisi. "Jelas bahwa kelanjutan dari obsesi dengan sanksi pasti akan menyebabkan konsekuensi yang paling sulit bagi Uni Eropa, bagi warganya," tambah presiden Rusia itu.

Baca juga: Tolak Penyelidikan Israel, Ribuan Warga Palestina Hormati Jurnalis yang Terbunuh

"Rusia dengan percaya diri mengelola dalam menghadapi tantangan eksternal." Putin juga menyambut baik perlambatan inflasi tahunan setelah melonjak menjadi 16,7% di Maret serta pemulihan rubel yang sekarang berada pada level terkuatnya sejak pecahnya krisis Ukraina.

Didukung oleh kontrol modal yang ketat dan ekspor energi, rubel baru-baru ini menunjukkan rebound yang spektakuler. "Rubel mungkin menunjukkan dinamika terbaik di antara semua mata uang internasional," kata Putin. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP

Serpihan Benteng Terakhir Ukraina di Mariupol Terkatung-Katung

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 18 Mei 2022, 11:40 WIB
Rusia mengatakan sebanyak 265 pejuang Ukraina telah menyerah dari benteng terakhir yang dikepung di pabrik baja...
AFP/Noel Celis

Pandemi Sebabkan Angka Pernikahan di AS Capai Titik Terendah Sejak 1963

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 18 Mei 2022, 11:00 WIB
Dengan banyak pasangan memutuskan menunda pernikahan mereka, angka pernikahan pada 2020 turun hampir 17% dibandingkan tahun...
AFP/Abir Sultan.

PM Israel Restui Ekspansi Permukiman Ilegal di Tepi Barat

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 09:39 WIB
Israel telah membangun lebih dari 130 permukiman yang saat ini menjadi rumah bagi hampir 500.000 pemukim. Hampir 3 juta orang Palestina...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya