Selasa 03 Mei 2022, 14:05 WIB

Curiga Kirimkan Uang Ilegal ke Tiongkok, India Sita Aset Xiaomi

Mediaindonesia.com | Internasional
Curiga Kirimkan Uang Ilegal ke Tiongkok, India Sita Aset Xiaomi

AFP/GREG BAKER
Ilustrasi

 

Pemerintah India mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyita aset milik Xiaomi senilai US$725 juta dari rekening bank lokal milik Xiaomi Corp setelah adanya penyelidikan dan dugaan bahwa produsen perangkat elektronik itu melakukan pengiriman uang ilegal.

Otoritas berwenang menyebutkan uang ilegal itu dikirim ke entitas asing dengan dalih pembayaran royalti.

Dikutip dari Reuters, Selasa, Xiaomi menyebutkan dalam pernyataannya bahwa mereka sudah mematuhi regulasi yang berlaku di India dan dalam melakukan transaksi tentunya transaksi itu sah dan benar.

"Pembayaran royalti yang dilakukan Xiaomi India ini adalah untuk teknologi dan IP berlisensi yang digunakan dalam produk versi India kami ... kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan otoritas pemerintah untuk mengklarifikasi kesalahpahaman apa pun," ujar Xiaomi dalam pernyataannya.

Direktorat Penegakan India menyelidiki adanya dugaan pelanggaran UU Valuta Asing India terhadap praktik bisnis perusahaan yang berpusat di China itu.

Ada pun pengiriman dana yang juga senilai 55,5 miliar Rupee itu ditujukan ke tiga entitas, salah satunya adalah untuk Xiaomi Tiongkok yang disebut sebagai transaksi pembayaran royalti.

Sementara dua entitas lainnya masih belum diketahui namun diklaim dilakukan transaksi untuk manfaat utama entitas grup Xiaomi. "Jumlah yang sangat besar atas nama royalti dikirimkan atas instruksi entitas induk grup Tiongkok mereka," kata direktorat tersebut.

Tindakan direktorat terhadap Xiaomi menandakan pengawasan yang lebih luas terhadap pembuat ponsel pintar Tiongkok, yang kantornya di India digerebek pada Desember 2021 dalam penyelidikan terpisah atas dugaan penggelapan pajak penghasilan.

Mantan kepala Xiaomi India kala itu pun Manu Kumar Jain, telah dipanggil untuk diinterogasi sebagai bagian dari penyelidikan direktorat.

Manu Kumar Jain, yang kini menjabat VP Global Xiaomi itu sudah memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan.

Direktorat Penegakan juga meminta perusahaan untuk rincian pendanaan asing, kepemilikan saham dan pola pendanaan, laporan keuangan dan informasi dari eksekutif kunci yang menjalankan bisnis.

Xiaomi adalah penjual smartphone terkemuka di India pada 2021, dengan pangsa pasar 24 persen menurut Counterpoint Research.

Banyak perusahaan Tiongkok telah berjuang untuk melakukan bisnis di India karena ketegangan politik setelah bentrokan perbatasan pada 2020.

India dengan pertimbangan masalah keamanan akhirnya melarang lebih dari 300 aplikasi Tiongkok sejak saat itu, termasuk yang populer seperti TikTok, dan juga memperketat norma untuk perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di India. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

AFP/Louai Beshara.

Hizbullah Kalah, Kaum Reformis Naik dalam Pemilu Libanon

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:42 WIB
Salah satu kemenangan paling menonjol yang diraih oleh orang-orang independen ialah pemilihan Elias Jradeh dan Firas Hamdan di Libanon...
NICOLAS ASFOURI / AFP

Tiongkok tak akan Longgarkan Protokol Kesehatan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:40 WIB
Otoritas Tiongkok akan mempercepat riset vaksin khusus Omikron dan memperluas jangkauan vaksinasi penguat pada kalangan orang tua...
AFP/Abbas Momani.

Puluhan Terluka dalam Bentrokan saat Pemakaman Warga Palestina di Jerusalem

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:02 WIB
Jenazah Sharif dibawa oleh para pelayat melintasi kompleks Al-Aqsa dan dibawa melalui Gerbang Herodes Kota Tua, sebelum dimakamkan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya