Sabtu 30 April 2022, 10:25 WIB

Hepatitis Jenis Baru Ditemukan di 9 Anak AS

Cahya Mulyana | Internasional
Hepatitis Jenis Baru Ditemukan di 9 Anak AS

medcom/pexels
Ilustrasi anak sakit

 

SEMBILAN siswa anak di Alabama, Amerika Serikat (AS), mengalami hepatitis (radang hati) misterius atau adenovirus 41. Kasus itu ditemukan dan diteliti oleh Badan Kesehatan AS.

Kesembilan anak tersebut berusia antara satu hingga enam tahun yang sebelumnya sehat. Kasus ini menambah panjang daftar penyakit ini dari sebelumnya ditemukan 170 kasus di 11 negara yang dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Negara bagian lain, Wisconsin, juga sedang menyelidiki kasus kematian yang diindikasikan dengan hepatitis jenis baru ini. Laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS secara khusus menyebut Alabama menjadi cluster penyakit baru ini.

"Saat ini, kami percaya adenovirus mungkin menjadi penyebab kasus yang dilaporkan ini, tetapi faktor lingkungan dan situasional potensial lainnya masih diselidiki," kata lembaga tersebut.

Adenovirus 41 diketahui menyebabkan gastroenteritis pada anak-anak. Tetapi itu jarang diketahui sebagai penyebab hepatitis pada anak-anak yang sehat.

Namun, penyelidikan telah mengesampingkan paparan umum lainnya, termasuk Covid; virus hepatitis A, B, dan C (penyebab hepatitis paling umum di AS) hepatitis autoimun dan penyakit Wilson.

Sembilan kasus di Alabama terjadi antara Oktober 2021 dan Februari 2022. Tiga mengalami gagal hati akut, dua di antaranya membutuhkan transplantasi hati.

"Semua pasien telah pulih atau sedang dalam pemulihan, termasuk dua penerima transplantasi," kata pejabat AS.

Baca juga: Duh, Penyakit Hepatitis Misterius 'Menyerang' Anak Usia 1-6 Tahun di Eropa

Enam dites positif untuk Virus Epstein-Barr tetapi tidak memiliki antibodi, yang menyiratkan infeksi sebelumnya, tidak aktif.

Sebelum dirawat di rumah sakit, sebagian besar anak mengalami muntah dan diare, sementara beberapa mengalami gejala saluran pernapasan atas.

Selama dirawat di rumah sakit, sebagian besar memiliki mata yang menguning dan kulit yang menguning (jaundice) dan hati yang membesar. Pekan lalu, CDC mengeluarkan peringatan kesehatan untuk memberi tahu dokter dan otoritas kesehatan masyarakat agar waspada terhadap kasus serupa.

Pemerintah Wisconsin sedang menyelidiki empat kasus, termasuk dua anak yang memiliki hasil yang parah, satu yang membutuhkan transplantasi hati dan satu kematian.

Kasus serupa juga telah dilaporkan di Illinois dan di tempat lain. Pemerintah AS merekomendasikan anak-anak untuk tetap mengikuti vaksinasi mereka dan bahwa orang tua dan pengasuh mempraktikkan tindakan pencegahan seperti kebersihan tangan, menghindari orang yang sakit, menutupi batuk dan bersin, dan menghindari menyentuh mata, hidung atau mulut.

Adenovirus biasanya menyebar melalui kontak pribadi yang dekat, tetesan pernapasan, dan permukaan. Ada lebih dari 50 jenis adenovirus, yang paling sering menyebabkan pilek.(France24/OL-5)

Baca Juga

AFP/Gil Cohen-Magen.

Turki Yakini Perbaikan Hubungan dengan Israel akan Bantu Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 19:01 WIB
Cavusoglu mencatat bahwa Turki merupakan 10 mitra dagang teratas bagi Israel dan tujuan utama bagi wisatawan...
Handout / OHCHR / AFP

Kepada Kepala HAM PBB, Xi Jinping Bela Kemajuan HAM Tiongkok

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 25 Mei 2022, 15:00 WIB
Amerika Serikat dan anggota parlemen di negara-negara Barat lainnya telah menyebutnya pemerintah Tiongkok melakukan 'genosida...
AFP/ JEFF KOWALSKY

Ford Motor Bayar Denda Terkait Iklan Berkonten Palsu

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 14:56 WIB
Ford Motor Co akan membayar US$19,2 juta atau Rp281 miliar untuk menyelesaikan tuduhan iklan palsu terkait penghematan bahan bakar dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya