Rabu 20 April 2022, 10:20 WIB

Italia Sebut AS dan Eropa Siap dengan Sanksi Baru untuk Rusia

Nur Aivanni | Internasional
Italia Sebut AS dan Eropa Siap dengan Sanksi Baru untuk Rusia

François WALSCHAERTS / AFP
Sekjen NATO Jens Stoltenberg berbicara pada jumpa pers setelah pertemuan dengan para menteri luar negeri anggota NATO di Brussel, Belgia.

 

PEMERINTAH Italia, pada Selasa (19/4), mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa telah mencapai konsensus luas tentang perlunya meningkatkan tekanan terhadap Rusia melalui sanksi baru.

Dalam sebuah pernyataan, pemerintah menambahkan bahwa sekutu sepakat tentang perlunya meningkatkan isolasi internasional Moskow.

Keputusan itu diambil selama pertemuan virtual yang didedikasikan untuk invasi Moskow ke Ukraina antara Presiden AS Joe Biden dan sekutu termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen dan Charles Michel, Sekretaris Jenderal  (ekjen) NATO Jens Stoltenberg, dan para pemimpin Kanada, Italia, Rumania dan Polandia juga ambil bagian.

Baca juga: 20 Ribu Tentara Bayaran Bergabung dengan Pasukan Rusia di Ukraina

"Kami akan lebih memperketat sanksi kami terhadap Rusia dan meningkatkan bantuan keuangan dan keamanan untuk Ukraina," tulis ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Twitter.

Sebuah pernyataan oleh Stoltenberg mengatakan sekutu setuju bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin harus segera mengakhiri konflik dan bahwa biaya yang lebih tinggi akan dikenakan sampai dia melakukannya.

Kepresidenan Prancis mengatakan para pemimpin Barat memutuskan untuk meningkatkan dukungan mereka untuk Ukraina dengan segala cara melawan agresi Rusia melalui sanksi baru jika Moskow bertahan dalam perangnya.

Elysee pun mengatakan bahwa para pemimpin sepakat tentang perlunya meyakinkan mitra di luar Uni Eropa dan G7 bahwa konflik tersebut mengancam keamanan internasional dan tidak hanya menyangkut Barat.

Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki menambahkan bahwa pertemuan itu melibatkan diskusi tentang upaya terkoordinasi sekutu untuk terus membebankan biaya ekonomi yang parah untuk meminta pertanggungjawaban Rusia.

Pernyataan pemerintah Italia juga menegaskan kembali komitmen bersama untuk mendiversifikasi sumber energi dan mengurangi ketergantungan pada pasokan Rusia.

Putaran terakhir diplomasi Barat datang setelah Rusia meluncurkan fase baru perangnya di Ukraina di wilayah Donbas. Pada Senin (17/4), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia telah memulai serangannya setelah Moskow menarik pasukan dari wilayah sekitar ibu kota Kyiv.

Separatis pro-Moskow telah menguasai sebagian wilayah Donbas sejak 2014 di dua republik yang memproklamirkan diri di wilayah Donetsk dan Lugansk. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/Biro Pers Setpres/Laily Rachev

RI Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi dengan Jerman

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 27 Juni 2022, 23:30 WIB
Kepala Negara berharap Jerman bisa menjadi mitra dalam mengolah potensi 474 Gigawatt yang bersumber dari energi ramah lingkungan di Tanah...
ANTARA/Biro Pers Setpres/Laily Rachev

Presiden Jokowi dan PM Modi Bahas Kerja Sama Pangan

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 27 Juni 2022, 23:10 WIB
Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan kuat India terhadap Presidensi G20 Indonesia. Indonesia juga akan mendukung penuh...
AFP/ATTA KENARE

Qatar Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Nuklir Iran-AS

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:50 WIB
Para menlu diundang untuk menyelesaikan kesepakatan setelah perundingan tak langsung berjalan selama 11 bulan antara Teheran dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya