Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
MENTERI Pertahanan Israel Benny Gantz menyerukan aliansi regional dan perluasan kerja sama intelijen untuk menutupi kurangnya inspeksi pada proyek nuklir Iran. Berbicara di Forum Kebijakan Institut Washington, Gantz mengatakan bahwa Iran melanjutkan pengayaan uraniumnya dan hampir 90% pengayaan yang dapat membuat senjata nuklir begitu mereka memutuskan untuk mencapainya.
Dia mengatakan, dilansir dari The Jerusalem Post, Selasa (12/4), kepada hadirin bahwa sementara dia memahami kebutuhan Amerika Serikat untuk kesepakatan, celah dalam kesepakatan itu harus ditutup. Ini karena, "Jika tidak menutup celah yang terbuka, Anda akan menghadapi masalah serius di kemudian hari."
Perang di Ukraina, lanjutnya, membuat negara-negara Barat menggunakan tekanan ekonomi dan politik di Rusia tetapi sangat berhati-hati dengan opsi militer karena Moskow memiliki kemampuan nuklir. Gantz memperingatkan bahwa hal tersebut bukan sesuatu yang diinginkan Israel terhadap Iran.
Baca juga: Iran Pertanyakan Keinginan Amerika Serikat Capai Kesepakatan Nuklir
Jadi, jika kesepakatan tidak tercapai, Israel akan mengaktifkan Rencana B segera. "Jika tidak ada kesepakatan, kita harus pindah ke Rencana B. Kita harus memastikan bahwa kita meningkatkan kerja sama intelijen kita dan menciptakan koalisi intelijen yang beroperasi melawan Iran dan mengompensasi kurangnya kemampuan inspeksi," katanya.
Pada KTT Negev baru-baru ini di Israel selatan, Iran dan kerja sama regional menjadi topik utama antara menteri luar negeri dari Israel, Bahrain, Uni Emirat Arab, Maroko, dan Mesir. Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menyebutnya sebagai model yang tepat untuk kerja sama regional dalam rangka memerangi terorisme dan memperkuat hubungan politik yang akan menjamin stabilitas regional.
Selain memperkuat hubungan dengan negara-negara kawasan, Gantz mengatakan, "Israel harus meningkatkan kemampuan ofensif, mencegat kegiatan regional yang dilakukan oleh Iran di negara lain, meningkatkan kapasitas pertahanan kami, dan berkomunikasi dengan masyarakat Iran yang disandera oleh rezim dalam waktu yang lama." Gantz mengatakan kepada hadirin bahwa selain memperluas kerja sama intelijen dengan Amerika, harus ada koalisi intelijen regional melawan Iran yang juga merupakan ancaman bagi negara-negara Teluk.
Baca juga: 77% Evangelis Percaya Iran Gunakan Nuklir untuk Hapus Israel
“Kita harus memperluas kerja sama intelijen (dengan AS) bahkan mungkin koalisi regional di bidang ini yang akan menggantikan kurangnya inspeksi dalam kesepakatan yang memungkinkan, karena inspeksi harus 'kapan saja, di mana saja'. Saya juga dapat melihat kemungkinan untuk kerja ama masa depan dalam pertahanan udara."
Pada Februari, Komandan Angkatan Darat CENTCOM Letnan Jenderal ichael Kurilla mengatakan bahwa penggabungan Israel ke dalam Komando Pusat AS meningkatkan kemungkinan sistem pertahanan udara dan rudal regional yang terintegrasi terhadap ancaman udara. "Itu mungkin area dengan beberapa peluang terbesar yakni bekerja menuju pertahanan udara dan rudal yang terintegrasi. Saya pikir penambahan Israel akan membantu. Kami secara kolektif lebih kuat bersama dan ada area di mana masing-masing membawa kemampuan unik," katanya.
Israel secara resmi pindah dari Komando Eropa AS (EUCOM) ke CENTCOM pada September sebagai langkah yang diyakini tidak hanya menyederhanakan kerja sama dengan pasukan Amerika di kawasan itu tetapi juga dapat menciptakan potensi koalisi regional dengan negara-negara Arab yang telah menormalkan hubungan dengan Israel terhadap ancaman bersama yang ditimbulkan oleh Iran. Sebulan kemudian, perwira senior Angkatan Udara Israel mengonfirmasi bahwa Israel bekerja dengan negara-negara di kawasan itu untuk melawan ancaman yang datang dari Iran, yaitu drone dan kendaraan udara tak berawak lain.
Para perwira mengatakan bahwa kemitraan regional belum pernah terjadi sebelumnya dan telah ada kerja sama dengan negara-negara di kawasan itu, termasuk latihan udara dan bahkan operasi. Tahun lalu F-35 Israel menjatuhkan dua drone Iran Shahed 197 yang sedang menuju ke negara Yahudi. Drone, yang dijatuhkan di luar perbatasan Israel dikumpulkan oleh angkatan bersenjata suatu negara regional dan dikirim ke Israel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Israel Klaim Tangkap 20 Tersangka Teroris dari Palestina
Israel juga mengambil bagian dalam latihan dengan negara-negara tetangga beberapa bulan lalu mencakup drone dan ancaman udara lain. IDF memandang koordinasi antara negara-negara tetangga seperti Yordania yang memiliki mekanisme koordinasi keamanan dan pembagian intelijen yang kuat sebagai aset strategis karena memberikan kedalaman strategis bagi Israel dan membuat perbatasan timur dan terpanjang negara itu menjadi yang paling tenang dan paling aman selama beberapa dekade.
Menurut laporan asing, Yordania juga mengizinkan jet Israel menggunakan wilayah udaranya untuk kampanye perang di Suriah. Ini terkait Israel melawan transfer senjata Iran dan ancaman Iran lain. Meningkatkan kerja sama Israel dengan negara-negara Teluk yang secara geografis lebih dekat dengan Iran akan memungkinkan IDF untuk menghentikan ancaman lebih jauh dari perbatasannya. (OL-14)
PARA pakar hak asasi manusia PBB menyuarakan kekhawatiran, kemarin, atas laporan penghilangan paksa warga Palestina yang kelaparan mencari makanan di lokasi distribusi oleh GHF.
Anak-anak Palestina di Jalur Gaza akan kehilangan akses pendidikannya selama tiga tahun beruntun akibat blokade dan agresi Zionis Israel yang hingga kini masih terjadi.
Israel menghancurkan lebih dari 1.500 rumah di lingkungan Al Zeitoun, Kota Gaza, Palestina, sejak melancarkan operasi darat awal bulan ini.
Tidak ada lagi bangunan yang tersisa di bagian selatan wilayah tersebut setelah Israel menyetujui rencana pendudukan Gaza pada awal bulan ini.
ISRAEL menghadapi gelombang kecaman internasional setelah serangkaian serangan di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza selatan, pada Senin (25/8).
Hingga kini, serangan militer Israel di Gaza masih berlangsung di tengah kebuntuan negosiasi gencatan senjata dan pembebasan sandera.
SERANGAN mendadak Israel terhadap Iran selama 12 hari pada Juni lalu tak hanya mengejutkan dunia internasional tetapi juga membuka tabir kerentanan serius dalam sistem keamanan.
HINGGA menjelang dua tahun sejak serangan yang dilakukan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu, belum ada tanda-tanda situasi di Timur Tengah akan kembali damai dan stabil.
IRAN menerima sistem rudal permukaan-ke-udara dari Tiongkok sebagai bagian dari upaya cepat membangun kembali pertahanan udaranya yang rusak akibat serangan Israel selama konflik 12 hari.
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian mengeklaim bahwa Israel mencoba membunuhnya dalam serangan udara yang terjadi kurang dari sebulan lalu.
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian mengeklaim bahwa Israel berusaha membunuhnya dengan menyerang wilayah tempat ia sedang mengadakan pertemuan.
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian mengungkap bahwa dirinya menjadi sasaran upaya pembunuhan oleh Israel selama konflik 12 hari antara kedua negara yang terjadi pada pertengahan Juni lalu.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved