Senin 11 April 2022, 20:39 WIB

Iran Pertanyakan Keinginan Amerika Serikat Capai Kesepakatan Nuklir

Mediaindonesia.com | Internasional
Iran Pertanyakan Keinginan Amerika Serikat Capai Kesepakatan Nuklir

AFP/Atta Kenare.
Saeed Khatibzadeh.

 

TEHERAN pada Senin (11/4) mempertanyakan keinginan Washington dalam mencapai kesepakatan untuk memulihkan perjanjian nuklir 2015. Masih ada poin-poin penting yang belum terselesaikan setelah pembicaraan dihentikan bulan lalu.

Iran telah terlibat selama satu tahun dalam negosiasi dengan Prancis, Jerman, Inggris, Rusia, dan Tiongkok secara langsung, dan Amerika Serikat secara tidak langsung untuk menghidupkan kembali kesepakatan, yang dikenal secara resmi sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA). Negosiasi di ibu kota Austria, Wina, bertujuan mengembalikan Amerika Serikat ke kesepakatan nuklir, termasuk pencabutan sanksi terhadap Iran, dan memastikan kepatuhan penuh Teheran terhadap komitmennya.

"Kami benar-benar tidak tahu kami akan mendapatkan kesepakatan atau tidak, karena Amerika Serikat belum menunjukkan keinginan yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan," kata juru bicara kementerian luar negeri Iran Saeed Khatibzadeh. "Yang tersisa hanyalah keputusan Washington," tambahnya.

Baca juga: 77% Evangelis Percaya Iran Gunakan Nuklir untuk Hapus Israel

Awal bulan ini, rekan Khatibzadeh di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Ned Price mengatakan bahwa Teheran tidak memberikan jalan untuk membuat kesepakatan menjadi mungkin. Namun Washington masih percaya ada peluang untuk mengatasi perbedaan yang tersisa.

"Semua komponen tekanan maksimum harus dihilangkan," kata Khatibzadeh. "Sayangnya, Amerika Serikat berusaha mempertahankan beberapa elemen tekanan maksimum," tambahnya.

Pembicaraan telah dihentikan sejak 11 Maret setelah Rusia menuntut jaminan bahwa sanksi Barat yang dijatuhkan setelah invasi 24 Februari ke Ukraina tidak akan merusak perdagangannya dengan Iran. Beberapa hari kemudian, Moskow mengatakan telah menerima jaminan yang diperlukan.

Baca juga: Iran Jatuhkan Sanksi pada 24 Pejabat AS Atas Tuduhan Terorisme dan Pelanggaran HAM

Di antara poin-poin penting yang mencuat yaitu permintaan Teheran untuk menghapus Pengawal Revolusi, lengan ideologis militer Iran, dari daftar teror AS. Bulan lalu, perunding AS Rob Malley mengatakan Pengawal Revolusi akan tetap dikenakan sanksi oleh hukum Amerika bahkan jika terjadi kesepakatan.

"Yang penting bagi kami yaitu manfaat tertentu bagi rakyat Iran dari pencabutan sanksi," kata Khatibzadeh. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/ATTA KENARE

Qatar Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Nuklir Iran-AS

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:50 WIB
Para menlu diundang untuk menyelesaikan kesepakatan setelah perundingan tak langsung berjalan selama 11 bulan antara Teheran dan...
ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev/Handout

Presiden Dorong G7 Investasi di Sektor Energi Bersih di Indonesia

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:10 WIB
Menurut kepala negara, potensi Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, di darat, maupun di laut, sangat...
AFP/Mazen Mahdi.

Israel, Negara-Negara Arab Perdalam Kerja Sama Jelang Kunjungan Biden

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 20:42 WIB
Emir Qatar mengunjungi Kairo untuk pertama kali sejak kedua negara memulihkan hubungan menyusul keretakan yang dipimpin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya