Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA kampanye, Donald Trump berjanji akan menggunakan tarif untuk merevitalisasi industri Amerika, mendatangkan lapangan kerja, dan membantu Negeri Paman Sam kembali hebat. Namun, setelah lebih dari enam bulan masa pemerintahannya, para ahli mengatakan perang dagang presiden semakin sering digunakan sebagai alat politik, alih-alih bentuk diplomasi yang tradisional.
Lihat saja India yang menjadi target Trump saat ini dan belum berhasil mencapai kesepakatan perdagangan. Trump mengenakan tarif tambahan sebesar 25% terhadap Delhi sehingga totalnya menjadi 50%. Ini menjadi tarif tertinggi gabungan, bersama dengan Brasil, yang dikenakan terhadap negara mana pun.
Langkah itu merupakan perubahan haluan yang sangat drastis dibandingkan beberapa bulan lalu. Sebelumnya, pemerintahan Trump yang baru dibentuk berniat melanjutkan upaya bipartisan yang telah berlangsung bertahun-tahun untuk memperdalam hubungan dengan India sebagai penyeimbang geopolitik terhadap Tiongkok.
Kejadian tersebut menjadi bagian dari tren yang menyoroti tarif digunakan sebagai ancaman terhadap negara-negara yang dianggap membangkang. Alih-alih sebagai alat pemaksaan di bidang ekonomi, Trump justru menggunakan tarif sebagai senjata politik.
Lima putaran perundingan dagang antara kedua belah pihak belum mampu membawa India lebih dekat untuk memenuhi tuntutan AS agar membuka sektor pertanian dan susu yang luas. Negosiasi yang direncanakan awal minggu depan tiba-tiba dibatalkan, karena Perdana Menteri India, Narendra Modi, bergulat dengan tuntutan Trump agar India berhenti membeli minyak dari Rusia. Pasalnya, pembelian itu menurut AS menjadi bahan bakar perang Vladimir Putin melawan Ukraina.
Tuntutan agar India menghentikan ketergantungannya pada minyak Rusia--yang menyumbang sekitar 35% dari total pasokannya--bertentangan dengan tujuan awal rezim tarif Trump yaitu mengembalikan manufaktur ke AS dan menyeimbangkan kembali defisit perdagangan.
"Tarif memiliki tujuan yang sangat spesifik untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan," kata Dr. Stuart Rollo dari Pusat Studi Keamanan Internasional di Universitas Sydney dilansir The Guardian, kemarin. "Sebenarnya bukan itu inti permasalahannya. Tarif seperti dialihfungsikan menjadi alat pemaksaan geopolitik."
Trump sendiri mengakui hal itu. Selain ancaman tarif tambahan 25% terhadap India sebagai balasan atas pembelian minyak Rusia yang terus berlanjut, sang presiden juga mengaitkan tarif 35% Kanada dengan pengakuannya terhadap negara Palestina.
Dalam kasus Brasil, Trump mengatakan bahwa tarif 50% disebabkan oleh persidangan sekutu politiknya, Jair Bolsonaro, yang didakwa merencanakan kudeta militer setelah kalah dalam pemilihan presiden 2022. Padahal, Brasil memiliki surplus perdagangan yang langka dengan AS. Dengan kata lain, Negeri Samba itu membeli produk AS lebih banyak daripada menjual barangnya ke AS.
Penasihat perdagangan utama presiden, Peter Navarro, bahkan memiliki istilah baru untuk ancaman perdagangan yang secara eksplisit bersifat politis ini yaitu tarif keamanan nasional. Senator Demokrat Chris Murphy menyatakannya dengan lebih blak-blakan dalam tulisannya di Financial Times pada April bahwa tarif tidak dirancang sebagai kebijakan ekonomi, melainkan sebagai sarana untuk memaksakan loyalitas kepada Trump.
"Ini cara Amerika Serikat untuk memaksa sebanyak mungkin dunia agar selaras kembali dengan kepemimpinan globalnya di saat perhatian dan daya tariknya yang sebenarnya sedang berkurang," papar Rollo.
Dalam beberapa hal, ini bukanlah hal baru. Pemerintahan Biden menggunakan pembatasan perdagangan untuk menekan akses Tiongkok ke semikonduktor canggih di saat ketegangan geopolitik sedang memanas.
Namun, seorang profesor ekonomi di Universitas Syracuse, Devashish Mitra, mengatakan bahwa bagi banyak orang di India, ancaman yang dihadapi terkait pembelian minyak Rusia tampak tidak koheren, tidak dipikirkan dengan matang, dan dapat mendorong India lebih dekat ke Tiongkok.
"India memang menganggap AS sebagai sekutu," kata Mitra. "Negara itu diandalkan AS sebagai lawan Tiongkok di kawasan itu. Jadi, negara itu memiliki kepentingan geopolitik yang sangat besar, tetapi Trump tampaknya tidak menghargai semua itu."
Minggu ini, menteri luar negeri Tiongkok berada di Delhi untuk berunding. Modi diperkirakan akan berada di Shanghai pada akhir bulan yang menjadi kunjungan pertamanya dalam tujuh tahun. Ini merupakan bagian dari pola hubungan yang semakin erat antara negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) yang menyumbang 40% PDB global. Menurut para ahli, kelompok itu merupakan respons terhadap kebijakan perdagangan agresif Trump.
Bagi pemerintahan AS di masa mendatang, mendapatkan kembali kepercayaan dari beberapa negara ini bisa jadi sulit. Ini karena perang dagang Trump yang semakin memanas terjadi bersamaan dengan pemerintahannya yang membongkar banyak instrumen diplomatik globalnya. Dari pemecatan massal di departemen luar negeri hingga pemotongan program bantuan luar negeri di USAID, perangkat diplomatik AS telah sangat berkurang.
Tarif telah, "Menggantikan diplomasi," kata Rollo. Dengan perhatiannya terbagi antara krisis dalam negeri dan luar negeri, Trump digambarkan mempersenjatai dirinya hanya dengan palu dengan setiap titik api global tampak baginya seperti paku untuk selalu dipukul. (I-2)
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan pencegahan virus nipah terutama saat bepergian ke negara-negara seperti India dan Banglades
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
POLDA Bali mengungkap jaringan judi online internasional yang beroperasi di wilayah Bali.
Presiden AS Donald Trump resmi menurunkan tarif barang India menjadi 18%. Sebagai gantinya, PM Narendra Modi sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved