Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Amerika Serikat dan Iran, pada Senin (4/4), saling menyalahkan atas kebuntuan selama berminggu-minggu dalam pembicaraan kesepakatan nuklir 2015.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan bahwa negosiator negara itu tidak akan kembali ke Wina, tempat pembicaraan selama setahun untuk memulihkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), sampai Washington menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan.
"Kami tidak akan pergi ke Wina untuk negosiasi baru tetapi untuk menyelesaikan perjanjian nuklir," kata Khatibzadeh kepada wartawan di Teheran.
"Jika Washington menjawab masalah yang belum terselesaikan, kita bisa pergi ke Wina sesegera mungkin," katanya, tanpa menjelaskan masalah spesifik yang tersisa itu.
"Saat ini, kami belum memiliki jawaban pasti dari Washington," katanya.
Namun, di Washington, rekan Khatibzadeh dari Departemen Luar Negeri AS Ned Price menolak, dengan menunjukkan bahwa Teheran tidak memberi jalan untuk membuat kesepakatan menjadi mungkin. Dan Price memperingatkan bahwa waktu hampir habis.
"Siapa pun yang terlibat dalam pembicaraan tahu persis siapa yang telah membuat proposal konstruktif, siapa yang mengajukan tuntutan yang tidak terkait dengan JCPOA, dan bagaimana kami mencapai momen saat ini," kata Price.
"Kami masih percaya ada peluang untuk mengatasi perbedaan yang tersisa," kata Price.
Teheran telah terlibat dalam negosiasi jangka panjang di ibu kota Austria untuk menghidupkan kembali JCPOA, dengan Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman dan Rusia secara langsung, dan Amerika Serikat secara tidak langsung.
JCPOA memberikan keringanan sanksi kepada Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya untuk menjamin bahwa Teheran tidak dapat mengembangkan atau memperoleh bom atom.
Tetapi Amerika Serikat secara sepihak menarik diri dari perjanjian itu pada 2018 di bawah presiden saat itu Donald Trump, yang menerapkan kembali sanksi ekonomi yang mendorong Iran untuk mulai membatalkan komitmennya sendiri. (AFP/OL-12)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved