Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengadilan Amerika Serikat (AS) mendakwa empat orang peretas, tiga di antaranya berpaspor Rusia. Mereka dituduh telah membuat kerusakan disejumlah fasilitas termasuk perusahaan minyak dan listrik di 135 negara dalam kurun 2012 hingga 2018.
Departemen Kehakiman AS mengungkapkan tiga peretas itu berstatus pegawai Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB). Mereka melakukan serangan siber terhadap jaringan komputer perusahaan minyak dan gas, pembangkit listrik tenaga nuklir, dan perusahaan utilitas dan transmisi listrik.
Ketiganya adalah Pavel Aleksandrovich Akulov, 36, Mikhail Mikhailovich Gavrilov, 42, dan Marat Valeryevich Tyukov, 39. Evgeny Viktorovich Gladkikh disebut telah berkonspirasi dengan pihak lain antara Mei dan September 2017 untuk meretas sistem kilang asing dan memasang malware, Triton pada sistem keamanan yang diproduksi oleh Schneider Electric.
Departemen kehakiman membuka kasus itu hanya beberapa hari setelah presiden AS Joe Biden memperingatkan tentang potensi serangan intelijen. Sebab Rusia sedang menjajaki opsi untuk lebih banyak serangan siber di masa depan.
Seorang pejabat departemen mengkhawatirkan Rusia akan terus meluncurkan serangan serupa. Pejabat itu menambahkan bahwa keempat orang Rusia yang dituduh tidak ditahan.
Serangan pada 2017 mengejutkan komunitas keamanan siber ketika diumumkan oleh para peneliti. Sebab mereka tidak menguras dana targetnya namun sebatas merusak.
Pada 2019, mereka juga diduga berada di belakang peretasan 20 perusahaan listrik di AS. Departemen Perbendaharaan AS memberikan sanksi kepada Institut Penelitian Ilmiah Pusat Kimia dan Mekanika yang didukung pemerintah Rusia, tempat Gladkikh diduga bekerja.
Berita tentang dakwaan tersebut merupakan sebuah kesempatan besar bagi setiap kelompok peretas Rusia yang mungkin siap untuk melakukan serangan destruktif terhadap infrastruktur penting AS. Itu kata John Hultquist dari perusahaan keamanan siber Mandiant. (The Guardian/OL-12)
RENCANA pengendalian bersama Selat Hormuz oleh Amerika Serikat dan Iran menjadi dinamika baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan di Timur Tengah, di tengah konflik
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
Pemerintah Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait adanya pembicaraan penghentian perang.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
Presiden Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan segera dibuka di bawah pengawasan AS dan Iran.
Hanya beberapa hari setelah pelantikan Presiden Donald Trump pada Januari 2025, serangkaian insiden kecelakaan pesawat fatal mengguncang kepercayaan publik terhadap sistem
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Grossi mengatakan kepada wartawan bahwa IAEA telah menerima informasi tentang insiden tersebut dari Iran dan Rusia.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Rusia perluas kerja sama militer dengan Iran, berikan citra satelit real-time dan teknologi drone Shahed canggih untuk targetkan posisi militer AS.
MenteriĀ ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan pemerintah Indonesia membuka opsi impor minyak mentah (crude) dari Rusia.
Kapal tanker Rusia Arctic Metagaz terombang-ambing tanpa awak setelah serangan drone. Membawa 60.000 ton gas, Italia menyebutnya 'bom waktu'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved