Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
YOUTUBE memperluas blokir terhadap media yang disponsori negara Rusia secara global, kanal tersebut tidak bisa dibuka dari mana pun.
Juru bicara YouTube, Farshad Shadloo mengatakan pemblokiran media Rusia ini sesuai dengan kebijakan platform tersebut tentang aksi kekerasan, dikutip dari Reuters, Sabtu (12/3).
Baca juga: Pasukan Rusia Semakin Mendekati Ibu Kota Ukraina
YouTube sebelumnya hanya memblokir kanal media Rusia yang didanai negara, antara lain RT News dan Sputnik, untuk wilayah Eropa.
Platform video tersebut tidak menjelaskan berapa banyak kanal yang diblokir secara global dan apakah kanal-kanal tersebut akan dipulihkan suatu hari nanti.
Kebijakan YouTube mengizinkan sebuah kanal diblokir jika berkali-kali melanggar aturan atau melakukan sebuah pelanggaran berat.
Para pekerja Google mendesak YouTube mengambil langkah tambahan terhadap kanal-kanal Rusia karena menyebarkan narasi palsu tentang Ukraina dan korban sipil akibat perang. (Ant/OL-09)
Mengacu terhadap peristiwa di Ukraina pada situasi yang semakin memburuk dalam hubungan antara Rusia dan Barat, menurut Putin, tidak memiliki dasar yang cukup.
Tanker minyak Rusia Altura yang membawa 140.000 ton minyak diserang drone di Laut Hitam. Insiden terjadi di tengah pengetatan sanksi Eropa terhadap armada bayangan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Laporan intelijen menyebut Rusia mulai mengirim bantuan militer berupa drone hingga logistik ke Iran. Benarkah ini babak baru aliansi mematikan kedua negara?
Rusia disebut menawarkan penghentian bantuan intelijen kepada Iran dengan syarat Amerika Serikat (AS) menghentikan dukungan intelijen kepada Ukraina.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Dibandingkan menerapkan pelarangan akses secara total, YouTube memilih pendekatan fitur perlindungan yang terintegrasi dan berbasis usia.
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Paparan media sosial yang terlalu dini berisiko mengganggu regulasi emosi, pembentukan identitas diri, hingga menurunkan kualitas interaksi sosial nyata.
Pembatasan yang tepat, bukan larangan total, dapat mengurangi risiko overstimulasi akibat konten instan, kecemasan sosial karena sering membandingkan diri serta paparan bahaya.
PP Tunas dapat menjadi tameng bagi orangtua untuk menjaga anak mereka akan bahaya penggunaan media sosial secara berlebih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved