Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN minyak dan gas (migas) multinasional asal Amerika Serikat (AS), Exxon Mobil menyatakan akan mengakhiri keterlibatannya dalam proyek minyak dan gas alam besar di Rusia, setelah Rusia menginvasi Ukraina.
Langkah Exxon mengikuti perusahaan raksasa migas lainnya, yakni Shell dan British Petroleum (BP) yang mencabut bisnisnya di Rusia.
"Menanggapi kejadian baru-baru ini, kami memulai proses untuk menghentikan operasi dan mengembangkan langkah-langkah untuk keluar dari usaha Sakhalin-1," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.
Exxon dilaporkan telah mengembangkan tiga ladang minyak dan gas di dekat pulau Sakhalin di Rusia timur dalam kemitraan dengan Rosneft, perusahaan energi yang dikendalikan Rusia.
Exxon mengoperasikan ladang minyak dan memiliki 30% saham dari proyek itu, yang menghasilkan sekitar 2% dari produksi minyak global.
Perusahaan yang berbasis di Texas itu telah beroperasi di Rusia selama seperempat abad, namun mulai menghentikan operasi setelah aksi militer Rusia di Ukraina.
"Sebagai operator Sakhalin-1, kami memiliki kewajiban untuk memastikan keselamatan manusia, perlindungan lingkungan dan integritas operasi,” jelas Exxon Mobil.
Baca Juga: Ukraina Minta Dukungan Indonesia
Keputusan Exxon, BP, dan Shell dianggap mengakhiri era yang dimulai dengan masuknya perusahaan Barat secara massal ke Rusia pada akhir Perang Dingin.
Para pebisnis pernah berharap negara yang memiliki beberapa cadangan minyak, gas alam dan komoditas lainnya di Rusia, akan menjadi pasar berkembang yang menjanjikan.
Tetapi, kebijakan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan invasinya ke Ukraina telah membuat Rusia menjadi paria bagi komunitas bisnis internasional.
“Exxon Mobil mendukung rakyat Ukraina saat mereka berusaha untuk mempertahankan kebebasan mereka dan menentukan masa depan mereka sendiri," kata perusahaan itu. (New York Times/OL-13)
Baca Juga: Rusia Dapat Dukungan dari Presiden Venezuela
Pemerintah Rusia menegaskan akan terus melanjutkan perang di Ukraina hingga seluruh target militernya tercapai.
Nama pejabat dimaksud tidak disebutkan karena mereka tidak mendapat wewenang membahas rencana tersebut.
Dekrit tersebut akan memungkinkan Maduro memobilisasi angkatan bersenjata di seluruh negeri dan memberikan wewenang militer atas layanan publik dan industri minyak.
Korea Utara kembali melontarkan kecaman terhadap latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang tengah berlangsung.
UKRAINA telah meminta warganya untuk meninggalkan Kota Kupiansk dan tiga daerah lainnya di wilayah timur laut Kharkiv.
Ukraina menolak usulan perdamaian Presiden Rusia Vladimir Putin dalam beberapa jam setelah ditawarkan, dengan alasan tidak ada 'usulan perdamaian' baru dari Moskow.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved