Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA telah mengumumkan penutupan wilayah udaranya untuk penerbangan sipil di perbatasan barat dengan Ukraina dan Belarus.
Sementara itu, Ukraina yang menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil, berikut regulator penerbangan Eropa, juga memperingatkan bahaya terbang di wilayah yang berbatasan dengan Rusia dan Belarus.
Keputusan pada Kamis (24/2) waktu setempat muncul setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer khusus di wilayah Donbas.
Baca juga: Pasukan Rusia Serang Ukraina Usai Putin Izinkan Operasi Militer
“Penggunaan wilayah udara di perbatasan barat Rusia dengan Ukraina dan Belarus telah dihentikan sementara. Karena tingginya ancaman terhadap keselamatan penerbangan pesawat sipil, setelah penggunaan senjata dan peralatan militer,” bunyi pernyataan Notice to Airmen atau Notice to Air Missions (NOTAM).
Dalam pernyataan lain, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pihaknya siap menggunakan senjata presisi tinggi untuk menonaktifkan sistem pertahanan udara, bandara militer dan angkatan udara di Ukraina.
Lewat situs resmi, perusahaan layanan lalu lintas udara Ukraina mengatakan bahwa wilayah udara negara tersebut ditutup untuk penerbangan sipil mulai Kamis pukul 00:45 GMT. Adapun layanan lalu lintas udara ditangguhkan sementara.
Baca juga: Hadapi Ancaman Rusia, Ukraina Nyatakan Negara dalam Keadaan Darurat
Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) menyebut wilayah udara di Rusia dan Belarus dalam jarak 100 mil laut dari perbatasan dengan Ukraina, juga dapat menimbulkan risiko keselamatan. “Secara khusus, ada risiko penargetan yang disengaja dan kesalahan identifikasi pesawat sipil,” demikian keterangan badan tersebut.
“Kehadiran dan kemungkinan penggunaan berbagai sistem peperangan darat dan udara menimbulkan risiko tinggi bagi penerbangan sipil yang beroperasi di semua ketinggian dan tingkat penerbangan,” imbuhnya.
Industri penerbangan semakin memperhatikan risiko konflik yang ditimbulkan pada penerbangan sipil. Tepatnya, sejak penerbangan Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh di Ukraina bagian timur pada 2014.(Aljazeera/OL-11)
RENCANA pengendalian bersama Selat Hormuz oleh Amerika Serikat dan Iran menjadi dinamika baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan di Timur Tengah, di tengah konflik
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia menunjukkan situasi internasional berada dalam kondisi rawan.
Kasus ini bermula dari rapuhnya harmonisasi komunikasi di ruang digital
Partai Gema Bangsa mengutuk tanpa kompromi setiap tindakan agresi militer dan pelanggaran kedaulatan negara yang memicu eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sugiono mengatakan dirinya telah menginstruksikan Duta Besar RI untuk Iran di Teheran agar menyiapkan berbagai opsi jika sewaktu-waktu evakuasi perlu dilakukan.
Mengacu terhadap peristiwa di Ukraina pada situasi yang semakin memburuk dalam hubungan antara Rusia dan Barat, menurut Putin, tidak memiliki dasar yang cukup.
Tanker minyak Rusia Altura yang membawa 140.000 ton minyak diserang drone di Laut Hitam. Insiden terjadi di tengah pengetatan sanksi Eropa terhadap armada bayangan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Laporan intelijen menyebut Rusia mulai mengirim bantuan militer berupa drone hingga logistik ke Iran. Benarkah ini babak baru aliansi mematikan kedua negara?
Rusia disebut menawarkan penghentian bantuan intelijen kepada Iran dengan syarat Amerika Serikat (AS) menghentikan dukungan intelijen kepada Ukraina.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved