Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PARLEMEN Ukraina, Rabu (23/2), menyatakan negara dalam keadaan darurat dalam upaya menyusun tanggapan menghadapi ancaman invasi Rusia.
Keputusan itu disetujui secara bulat oleh para anggota parlemen di hari yang sama saat Moskow mengevakuasi staf kedubes mereka di Kiev dan Washington memperingatkan mengenai kemungkinan serangan besar-besaran oleh Rusia.
"Situasi yang ada sangat rumit namun masih tetap bisa dikendalikan," ujar Menteri Keamanan dan Pertahanan Ukraina Oleksiy Danilov.
Baca juga: Ukraina Umumkan Keadaan Darurat, Separatis Minta Bantuan Rusia
Status negara dalam keadaan darurat membuat pemerintah regional Ukraina bisa mengadopsi kebijakan pertahanan yang ketat termasuk pemeriksaan identitas dan mobil di sejumlah pos pemeriksaan.
Status itu berlaku untuk seluruh wilayah Ukraina kecuali dua wilayah yang dikuasi pemberontak pro-Rusia, tempat pemberontakan telah menewaskan lebih dari 14 ribu orang dalam tempo 2 tahun terakhir.
Pengakuan Presiden Rusia Vladimir Putin atas kemerdekaan kedua wilayah Ukraina yang dikuasai pemberontak itu pada Senin (21/2) meningkatkan ketakutan kemungkinan terjadinya perang kedua.
Putin kemudian menandatangani dekrit yang mengizinkan pengiriman pasukan Rusia sebagai pasukan penjaga perdamaian ke kedua wilayah yang dikuasi pemberontak Ukraina itu. (AFP/OL-1)
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Kirsty Coventry, salah satu petinggi IOC, menekankan pentingnya mengembalikan olahraga ke khitahnya sebagai ruang netral yang tidak terjamah oleh kepentingan politik praktis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved