Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
UKRAINA mengumumkan keadaan darurat pada Rabu (23/2) dan Moskow mengatakan separatis di timur telah meminta bantuan untuk mengusir agresi ketika Amerika Serikat meningkatkan upaya untuk mencegah invasi dengan menjatuhkan sanksi baru.
Penembakan telah meningkat di timur, di mana Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui dua wilayah separatis sebagai independen dan memerintahkan pengerahan penjaga perdamaian, sementara Barat menyebutnya awal dari sebuah invasi.
Konvoi peralatan militer, termasuk sembilan tank, bergerak menuju Donetsk Ukraina timur dari arah perbatasan Rusia, seorang saksi mata melaporkan.
Namun masih belum ada indikasi yang jelas apakah Putin akan melancarkan serangan massal ke Ukraina dengan puluhan ribu tentara yang dia kumpulkan di dekat perbatasan.
Sebanyak 80% dari pasukan yang dikumpulkan berada dalam posisi untuk melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina, kata seorang pejabat senior pertahanan AS.
“Para pemimpin dari dua daerah yang memisahkan diri itu telah mengirimkan permintaan kepada Putin untuk memberikan bantuan guna mengusir agresi dari angkatan bersenjata Ukraina,” lapor kantor berita Rusia mengutip juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada hari Rabu (23/2)
Foto seruan terpisah dari kepala dua daerah separatis juga diunggah oleh Tass.
“Saya meminta bantuan untuk mengusir agresi militer rezim Ukraina terhadap penduduk Republik Rakyat Donetsk,” kata Denis Pushilin, yang mengepalai wilayah Donetsk yang diakui independen oleh Moskow.
Ditanya tentang langkah tersebut, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, “Seperti yang telah kami katakan sejak awal, akan ada serangkaian operasi bendera palsu yang kami perkirakan dan rencanakan, untuk dilihat.
“Ini contohnya. Itu menunjukkan bahwa mereka merasa di bawah ancaman. Oleh siapa? Orang-orang Ukraina yang diancam akan diserang oleh Rusia?” tambahnya.
Rusia secara konsisten membantah rencananya untuk menyerang negara tetangganya tersebut.
Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada perusahaan yang bertanggung jawab membangun pipa gas Nord Stream 2 Rusia dengan menargetkan perusahaan dan pejabat perusahaannya.
“Langkah-langkah ini adalah bagian lain dari tahap awal sanksi kami sebagai tanggapan atas tindakan Rusia di Ukraina. Seperti yang telah saya jelaskan, kami tidak akan ragu untuk mengambil langkah lebih lanjut jika Rusia terus meningkat,” kata Presiden AS Joe Biden. (Straitstimes/OL-13)
Baca Juga: Rusia Mulai Evakuasi Staf Diplomatik dari Ukraina
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Kirsty Coventry, salah satu petinggi IOC, menekankan pentingnya mengembalikan olahraga ke khitahnya sebagai ruang netral yang tidak terjamah oleh kepentingan politik praktis.
Perpanjangan dilakukan karena masih adanya wilayah terdampak banjir serta tingginya potensi bencana susulan.
PEMERINTAH menyatakan, penanganan bencana Sumatra menunjukkan kemajuan signifikan dengan semakin banyak daerah beralih dari fase tanggap darurat ke tahap transisi.
Pendekatan psikososial juga dilakukan melalui pendampingan dan komunikasi empatik untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan mental akibat bencana.
MENTERI Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memastikan pemerintah tengah menyiapkan agenda penanganan pascabencana di Sumatra.
Kunjungan kerja luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan dan Rusia disebut sebagai tindakan inkonsisten dari Kepala Negara.
Siklon tropis baru-baru ini adalah pengingat bahwa Indonesia perlu memastikan ketangguhan infrastruktur, tata ruang, dan protokol tanggap darurat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved