Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH belum merencanakan memulangkan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Ukraina. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah saat ditanyakan apakah ada rencana pemerintah untuk memulangkan WNI di Ukraina.
"Sejauh ini belum ada, walaupun pemerintah sudah menyiapkan rencana kontingensi yang salah satunya termasuk memindahkan mereka dari daerah yang berisiko bila terjadi konflik terbuka," katanya kepada Media Indonesia.
Saat ini, katanya, ada 141 WNI yang berada di Ukraina, termasuk mereka yang bekerja di KBRI.
Baca juga : PM Inggris Akan Adakan Pembicaraan Baru Tentang Ukraina
Situasi di Ukraina saat ini terpantau memanas menyusul adanya eskalasi militer Rusia di perbatasan. Ketegangan itu timbul menyusul rencana NATO untuk memperluas keanggotaannya ke sejumlah negara, termasuk Ukraina.
Terkait menjaga keselamatan WNI di tengah ancaman invasi Rusia ke Ukraina, Faizasyah mengatakan, komunikasi terus dilakukan dengan simpul-simpul masyarakat untuk memastikan keselamatan WNI di Ukraina. (OL-7)
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa Washington tengah menjajaki kerangka kesepakatan baru terkait Greenland dan wilayah Arktik.
SETELAH dua pekan ketegangan diplomatik yang dipicu retorika keras Presiden AS Donald Trump soal Greenland, situasi mulai mereda menyusul peran NATO yang mendorong dialog.
PIDATO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, memicu gelombang diskusi global. Ini fakta-faktanya.
Donald Trump kembali memicu polemik global dengan rencana negosiasi pengambilalihan Greenland. Mengapa pulau Arktik ini begitu penting bagi AS?
Sekjen NATO Mark Rutte mengklarifikasi bahwa pertemuannya dengan Donald Trump fokus pada keamanan Arktik, bukan pengalihan kedaulatan Greenland.
Klaim Donald Trump soal kesepakatan masa depan Greenland disambut skeptisisme tajam oleh warga lokal di Nuuk. Mereka tegas menolak kendali Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved