Rabu 26 Januari 2022, 11:48 WIB

Aturan Ketat Covid-19, AS Bersiap Izinkan Diplomatnya Tinggalkan Tiongkok

Nur Aivanni | Internasional
Aturan Ketat Covid-19, AS Bersiap Izinkan Diplomatnya Tinggalkan Tiongkok

Noel Celis / AFP
Ilustrasi

 

Departemen Luar Negeri AS sedang mempersiapkan untuk mengizinkan keberangkatan bagi diplomat Amerika dan keluarga mereka di Tiongkok yang ingin pergi karena ketidakmampuan pemerintah AS untuk mencegah otoritas Tiongkok membuat mereka tunduk pada tindakan pengendalian pandemi yang mengganggu, menurut sumber.

Dua sumber yang mengetahui masalah itu mengatakan Kedutaan Besar AS pada Senin (24/1) telah mengirim permintaan ke Washington untuk penandatanganan resmi, ketika Tiongkok meningkatkan protokol pembatasan covid-19 menjelang pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing dalam waktu kurang dari dua minggu.

Sumber yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas masalah itu menambahkan bahwa beberapa staf kedutaan kesal karena pemerintah AS tidak mau atau tidak mampu melindungi pejabat Amerika dari tindakan karantina yang ketat. Aturan itu mencakup kemungkinan masuk paksa ke klinik demam covid-19 dan pemisahan dari anak-anak.

Departemen Luar Negeri tidak menanggapi permintaan komentar berulang kali, dan tidak jelas apakah telah menyetujui permintaan kedutaan tersebut.

Satu orang mengatakan Kedutaan Besar AS melakukan survei internal yang menunjukkan bahwa sebanyak 25% staf dan anggota keluarga akan memilih untuk meninggalkan Tiongkok sesegera mungkin.

Karantina rumah untuk diplomat harus menjadi persyaratan dasar, dan masuk ke klinik dan rumah sakit demam Tiongkok harus bersifat sukarela, kata orang itu, dan menambahkan bahwa pemerintah AS seharusnya memberlakukan tindakan pembalasan untuk persyaratan tersebut tetapi gagal melakukannya.

Orang kedua mengatakan kepemimpinan kedutaan telah gagal mendapatkan jaminan yang sesuai dari Tiongkok tentang perlakuan diplomat AS selama pandemi.

Pada bulan-bulan awal pandemi, pemerintah AS mengevakuasi sekitar 1.300 diplomat AS dan anggota keluarga dari Tiongkok dan kedua pemerintah tetap menemui jalan buntu selama berbulan-bulan atas prosedur pengujian dan karantina bagi para pejabat.

Secara umum, Tiongkok telah mewajibkan diplomat asing untuk mematuhi aturan pengendalian pandemi seperti masyarakat biasa, termasuk karantina selama berminggu-minggu di fasilitas pemerintah terpusat, di mana individu tidak memiliki kebebasan bergerak.

Tiongkok dengan cepat meningkatkan langkah-langkah untuk memblokir penyebaran covid-19 lebih lanjut ketika pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing pada 4 Februari semakin dekat, meskipun penyebaran virus telah berlangsung di seluruh kota.

Satu distrik di Beijing pada Selasa akan memulai putaran baru pengujian covid-19 di antara sekitar 2 juta penduduknya. (CNA/Nur)

Baca Juga

Hector RETAMAL / AFP

Shanghai Berencana untuk Kembali ke Kehidupan Normal Mulai 1 Juni

👤 Nur Aivanni 🕔Senin 16 Mei 2022, 11:46 WIB
Kota Shanghai bertujuan untuk membuka kembali secara luas dan memungkinkan kehidupan normal dilanjutkan mulai 1 Juni...
Alessandro RAMPAZZO / AFP

Finlandia dan Swedia Siap Bergabung dengan NATO

👤 Nur Aivanni 🕔Senin 16 Mei 2022, 11:24 WIB
Kurang dari tiga bulan setelah Rusia menginvasi Ukraina, pengumuman tersebut merupakan langkah yang mengejutkan. Pasalnya, kedua negara...
 KCNA VIA KNS / AFP

Kim Jong-un Minta Militer Bantu Distribusi Obat Atasi Pandemi

👤Nur Aivanni 🕔Senin 16 Mei 2022, 11:14 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengecam lemahnya respons dalam mengatasi pandemi covid-19 di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya