Senin 17 Januari 2022, 21:08 WIB

Polisi Israel Ingin Gusur Rumah, Warga Palestina Ancam Bakar Diri

Mediaindonesia.com | Internasional
Polisi Israel Ingin Gusur Rumah, Warga Palestina Ancam Bakar Diri

AFP/Ahmad Gharabli.
Pria Palestina membarikade diri mereka di atap rumah ketika polisi Israel bersiap untuk mengusir mereka, Senin (17/1).

 

POLISI Israel pada Senin (17/1) bentrok dengan seorang pria Palestina yang membawa tabung gas ke atap rumahnya di daerah penuh bentrokan, Jerusalem, ketika keluarganya menghadapi penggusuran. Media Israel melaporkan bahwa Mohammed Salhiya telah mengancam akan membakar dirinya sendiri jika perintah pengusiran dari daerah Sheikh Jarrah di Jerusalem timur yang dicaplok Israel dilakukan.

Keluarga Salhiya telah menghadapi ancaman penggusuran sejak 2017. Ketika itu tanah tempat tinggalnya dialokasikan untuk pembangunan sekolah.

Polisi dan pemerintah kota Jerusalem mengatakan dalam suatu pernyataan bersama bahwa para delegasi pergi ke rumah itu pada Senin pagi untuk melaksanakan perintah penggusuran. Ini dilakukan setelah keluarga Salhiya mengabaikan kesempatan yang tak terhitung jumlahnya untuk mengosongkan tanah seperti yang diperintahkan.

"Kami sudah berada di rumah ini sejak 1950-an," kata anggota keluarga Salhiya Abdallah Ikermawi dari atap rumah. "Kami tidak punya tempat untuk pergi," katanya dalam kutipan yang diberikan oleh organisasi Komite Sheikh Jarrah. Keluarga itu terdiri dari 15 orang, termasuk anak-anak.

Perang Gaza 11 hari antara Israel dan Palestina meletus tahun lalu. Ini dipicu oleh kemarahan di Sheikh Jarrah tempat keluarga-keluarga menentang perintah penggusuran.

Polisi mengatakan perunding mereka berada di rumah Salhiya setelah beberapa penghuni rumah mulai membentengi diri dengan tabung gas dan bahan mudah terbakar lain. Saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa bentrokan antara pasukan keamanan dan penduduk setempat meletus setelah polisi tiba tetapi kemudian mereda.

Baca juga: Kesaksian Kondisi Orang Tua Palestina setelah Ditinggalkan Tentara Israel

Ratusan warga Palestina menghadapi pengusiran dari rumah mereka di Sheikh Jarrah dan lingkungan Jerusalem timur lain. Situasi seputar ancaman penggusuran bervariasi.

Ruang masih luas 

Dalam beberapa kasus, orang Yahudi Israel telah mengajukan tantangan hukum untuk mengklaim tanah yang mereka katakan diambil secara ilegal selama perang yang bertepatan dengan berdirinya Israel pada 1948. Palestina telah menolak klaim ini dengan mengatakan rumah mereka dibeli secara legal dari otoritas Yordania yang menguasai Jerusalem timur antara 1948 dan 1967.

Tujuh keluarga Palestina di Sheikh Jarrah telah mengambil tantangan hukum mereka terhadap ancaman penggusuran mereka ke Mahkamah Agung Israel. Keluarga Salhiya tidak termasuk dalam kelompok itu.

Anggota dewan Kota Jerusalem Laura Wharton, yang berada di lokasi dan akan bertemu dengan keluarga Salhiya Senin malam, mengkritik tindakan pemerintah kota. "Mereka bisa saja membangun sekolah di lahan yang sama tanpa memindahkan keluarga. Ada banyak ruang," katanya.

"Hal yang menyedihkan yaitu pemerintah kota sendiri yang melakukan ini, bukan pemukim sayap kanan." Israel merebut Jerusalem timur dalam Perang Enam Hari 1967 dan kemudian mencaploknya, dalam langkah yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Baca juga: TV Gaza Milik Hamas Tanggapi Serial Top Israel di Netflix

Lebih dari 200.000 pemukim Yahudi telah pindah ke daerah itu. Ini memicu ketegangan dengan warga Palestina yang mengeklaim Jerusalem timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Dok MI

Polisi Selidiki Pelaku Penembakan yang Diarahkan ke Sekolah

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 18:42 WIB
Sejumlah tembakan diarahkan ke sebuah sekolah di kota Bremerhaven di Jerman utara pada Kamis (19/5) dan melukai satu orang, kata...
euronews.com

Amerika Serikat Mengonfirmasi Kasus Cacar Monyet Pertama

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 18:31 WIB
Amerika Serikat mengonfirmasi kasus cacar monyet pada Rabu (18/5), kasus virus langka pertama yang teridentifikasi di negara tersebut tahun...
AFP/Ahmad Gharabli.

Israel Tangkap Pembawa Jenazah Jurnalis Al Jazeera terkait Terorisme

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 17:48 WIB
Warga Palestina dan jaringan TV mengatakan pasukan Israel membunuhnya. Israel berdalih dia mungkin terbunuh oleh tembakan kelompok...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya